n

51动漫

51动漫 Official Website

Peran Teknologi dalam Menjawab Tantangan Industri Indonesia

industri
SUASANA seminar yang berlangsung di Aula Fajar Notonegoro Selasa (19/9). (Foto: Dok Pribadi)

UNAIR NEWS – Pertumbuhan perekonomian di Indonesia tidak terlepas dari kontribusi berbagai sektor, termasuk sektor industri manufaktur. Industri manufaktur dalam pendapatan domestic bruto (PDB) berperan hingga mencapai 5%. Disisi lain, industri manufaktur terus menghadapi tantangan global, yakni perkembangan teknologi.

Dalam menjawab tantangan ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menghelat seminar bertajuk 淩iding The Wave of Technological Changes: The Way Forward to Drive Productivity And Alleviate Inequality.

Dr. Rudi Purwono Wakil Dekan I FEB memberikan sambutan hangat, ucapan terimakasih, serta harapan seluruh peserta, khususnya yang sedang menempuh mata kuliah Perekonomian Indonesia dapat mengambil manfaat.

Bertempat di Aula Fajar Notonegoro Selasa, (19/9), hadir beberapa pembicara dari berbagai kalangan, baik akademisi, pengusaha, dan instansi terkait.

Pembicara pada sesi pertama antara lain Yasir Niti Samudro, Ph.D dari Badan Kebijakan Fiskal, DR. (HC) Alim Markus dari Maspion Grup, dan Prof. Badri Munir Sukoco, Ph.D dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sedangkan pembicara pada sesi kedua antara lain DR. Cornelius Tjahjaprijadi dari Badan Kebijakan Fiskal, Ir. Arief Tri Hardjoko, MT dari Bappeda Provinsi Jawa Timur, serta akademisi FEB Dr. Rudi Purwono.

Fokus pembahasan dua sesi tersebut antara lain mengenai pemanfaatan teknologi maju dalam industri manufaktur, serta bagaimana mendorong pertumbuhan e-commerce di Indonesia.

Alim menjelaskan, dalam menjawab tantangan global Maspion terus berakselerasi berupaya untuk meningkatkan produknya.

淒ulu Maspion hanya memproduksi kipas angin, namun kini sudah mampu memproduksi AC. Akan tetapi Maspion masih memproduksi produk seri-konvensional yang masih memiliki pangsa pasar di daerah timur, tambah Alim.

Hal serupa disampaikan Yasir bahwa perubahan ekonomi berkutat pada inovasi kewirausahaan dan kekuatan pasar. Bahkan peran pekerja mulai tergantikan dengan teknologi. Sehingga, industri harus sadar akan perkembangan industri yang pesat. Di berbagai negara maju bahkan telah menggaungkan Revolusi Industri 4.0 yang berbasis pada internet, data center, dan otomasi.

Tak hanya itu, Cornelius memaparkan bahwa salah satu hambatan e-commerce di negara-negara berkembang terkait infrastruktur, teknologi, ketersediaan jaringan TIK, hingga sumber daya manusia yang berkualitas. (*)

Penulis : Siti Nur Umami

Editor : Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT