Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam rangka mengobati penyakit, mencegah masalah kesehatan di masa depan, dan mengurangi rasa sakit, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Namun, terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan, antara lain kebutuhan akan perawatan, apakah individu menyadari kebutuhan mereka untuk pengobatan, apakah mereka menginginkan untuk menerimanya, dan apakah layanan tersebut dapat diakses. Penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi faktor yang lebih luas terkait dengan pemanfaatan rumah sakit, seperti waktu perjalanan dan jarak. Orang yang tinggal lebih dekat dengan fasilitas kesehatan memiliki tingkat pemanfaatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tinggal lebih jauh. Selain itu, hambatan transportasi geografis terutama memengaruhi kesehatan kelompok-kelompok paling rentan yang hidup dalam kemiskinan.
Kepemilikan asuransi kesehatan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan rumah sakit dengan menekan hambatan keuangan terhadap perawatan, terutama di kalangan pendapatan rendah dan orang yang tidak memiliki asuransi. Salah satu upaya Pemerintah dalam meningkatkan akses yang sama terhadap layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia tanpa mengorbankan masyarakat dengan risiko kemiskinan adalah dengan mengembangkan sistem Jaminan Kesehatan Nasional. Efektivitas JKN dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan di Indonesia telah dibuktikan oleh berbagai penelitian sebelumnya.
Meskipun masyarakat memiliki jaminan asuransi kesehatan oleh pemerintah, akan tetapi hambatan geografis masih menjadi PR besar yang memerlukan perhatian khusus. Maluku merupakan salah satu contoh daerah rentan di Indonesia, dan wilayah ini memiliki kondisi geografis yang ekstrim dengan ribuan pulau. Kondisi ini dapat menjadi salah satu hambatan terkait implementasi JKN yang terkait dengan aksesibilitas pemanfaatan rumah sakit. Para pengambil kebijakan tertarik untuk meminimalkan disparitas sekecil mungkin, termasuk kemungkinan disparitas akses fisik ke rumah sakit. Namun, sebagai bukti dari penyediaan jaminan kesehatan universal, pemerintah harus mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Dengan latar belakang inilah, maka penelitian ini dilakukan untuk menganalisis peran waktu perjalanan terhadap tingkat pemanfaatan rumah sakit di wilayah Maluku, Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pemanfaatan rumah sakit di Maluku adalah 3,3% pada tahun 2018. Sementara itu, 62,4% responden memiliki waktu perjalanan rata-rata lebih dari 30 menit ke rumah sakit di wilayah Maluku. Analisis lebih lanjut menyimpulkan adanya hubungan antara waktu tempuh perjalanan dan penggunaan rumah sakit di wilayah Maluku. Masyarakat dengan waktu tempuh perjalanan 30 menit atau kurang ke rumah sakit memiliki probabilitas lebih tinggi untuk memanfaatkan rumah sakit dibandingkan masyarakat dengan waktu tempuh perjalanan lebih dari 30 menit. Artinya, waktu tempuh perjalanan yang lebih pendek ke rumah sakit memiliki kemungkinan penggunaan rumah sakit yang lebih baik. Para pengambil kebijakan perlu meningkatkan akses fisik untuk meningkatkan akses masyarakat ke rumah sakit. Para pengambil kebijakan dapat melaksanakan kebijakan peningkatan akses dengan mendekatkan rumah sakit ke masyarakat atau meningkatkan fasilitas transportasi menuju rumah sakit.
Selain waktu tempuh, terdapat delapan faktor lain yang memiliki hubungan signifikan dengan penggunaan rumah sakit di Maluku, yaitu tempat tinggal, usia, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan, status pekerjaan, dan status kekayaan. Masyarakat yang memiliki peluang lebih tinggi untuk memanfaatkan rumah sakit di Maluku adalah masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan, perempuan, berstatus menikah, memiliki riwayat pendidikan menengah, tidak bekerja, kaya, dan memiliki asuransi pemerintah. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik sosiodemografis dianggap mempengaruhi bagaimana orang memanfaatkan layanan kesehatan dengan menentukan kerentanan mereka terhadap penyakit, niat dan kapasitas mereka untuk mengakses perawatan kesehatan, serta kebutuhan yang mereka rasakan.
Penulis: Ratna Dwi Wulandari
Sumber: Ipa M, Laksono AD, Wulandari RD. The role of travel time on hospital utilization in the Islands area: A cross‘sectional study in the Maluku region, Indonesia, in 2018. Indian J Community Med 2023;48:269-73. DOI: 10.4103/ijcm.ijcm_229_22





