Pelayanan rawat jalan merupakan salah satu pelayanan yang penting dalam sebuah rumah sakit. Pelayanan rawat jalan ini merupakan tampak muka pelayanan di rumah sakit, pada umumnya, jika pelayanan rawat jalan baik, maka pelayanan lain di rumah sakit akan baik pula. Pelayanan rawat jalan merupakan serangkaian proses bisnis yang diawali dengan pendaftaran pasien, pemeriksaan dokter, pemeriksanaan penunjang (laboratorium, radiologi), konsultasi ke konsultan atau spesialis lain, tindakan medis sampai pada pelayanan farmasi (obat). Manajemen proses bisnis merupakan sebuah konsep yang efektif untuk memperbaiki sebuah proses secara terus menerus.
Pada serangkaian proses pelayanan di rawat jalan, salah satu yang menjadi perhatian adalah pelayanan farmasi (obat). Pelayanan ini sering dikeluhkan karena pelayanan ini merupakan bagian akhir dari proses pelayanan rawat jalan yang cukup panjang. Pada pelayanan farmasi (obat) ini, pasien dan keluarga pasien sudah merasa energi selama pelayanan rawat jalan sudah mulai habis, pasien sudah mengalami kelelahan dan pada kondisi ini, sangat sering terjadi komplai dan ketidakpuasan pasien.
Proses pelayanan farmasi (obat) diawali dengan penerimaan resep, review resep, penyiapan obat, penyerahan dan edukasi kepada pasien atau keluarga pasien. Banyak sekali masalah yang muncul dalam setiap tahapan pelayanan farmasi (obat) tersebut. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan sistem resep elektronik (electronic prescription). Melalui penerapan resep elektoronik ini, resep pasien rawat jalan sudah diterima oleh petugas farmasi, sebelum pasien tiba di loket farmasi, sehingga proses penyiapan obat menjadi lebih cepat. Berdasarkan hasil simulasi, dengan penerapan resep elektronik, dapat mengurangi waktu pelayanan farmasi (obat) dirawat jalan hampir 39%.
Penulis: Dr. Djazuly Chalidyanto, SKM., MARS.
Sumber:





