51动漫

51动漫 Official Website

Perbandingan Citra Rhorax Pasien COVID dan Non-COVID dengan CT Scan

Perbandingan Citra Rhorax Pasien COVID dan Non-COVID dengan CT Scan
Sumber: dok pribadi

 CT Scan merupakan salah satu peralatan radiologi yang digunakan untuk mengetahui dan memperlihatkan struktur anatomi tubuh manusia sepotong demi sepotong. CT Scan semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi dunia kedokteran, khususnya untuk radiodiagnostik. CT Scan memiliki peran dalam menangani masalah medis yang akhir-akhir ini menjadi isu dunia, yaitu COVID-19. Untuk mendeteksi dan mendiagnosis kelainan pada pasien dengan gejala COVID-19, dokter memerlukan citra organ terkait dari bagian tubuh pasien. Sebagian besar pasien COVID memerlukan pencitraan pada bagian dada, terutama paru-paru, sehingga diperlukan CT scan thorax (dada). CT Scan thorax merupakan salah satu tindakan medis yang dilakukan untuk memperoleh pencitraan organ-organ tertentu yang ada di dalam thorax. Tujuan utama pencitraan CT Scan thorax adalah untuk menemukan struktur abnormal pada organ-organ di sekitar dada dan membantu dokter mempermudah dalam mendeteksi penyakit pada pasien. Hasil CT scan thorax berupa citra digital pasien. Citra dengan kualitas yang baik diperlukan untuk menegakkan diagnosis. Salah satu hal yang berkaitan dengan kualitas citra adalah dosis radiasi yang diberikan kepada pasien. Dosis radiasi harus sesuai dengan ketentuan untuk mendapatkan hasil pencitraan yang optimal. Saat ini, belum diketahui besaran dosis radiasi yang diberikan kepada pasien dalam pemeriksaan CT scan thorax baik untuk pasien terkonfirmasi Covid maupun pasien biasa, dan tidak ada perbedaan. Nilai dosis yang diberikan terhadap risiko yang diterima pasien harus diperhatikan saat dilakukan CT Scan. Oleh karena itu, mengetahui dosis untuk pasien COVID dan non-COVID perlu dilakukan untuk mendapatkan informasi yang dapat membantu mengurangi risiko yang diterima pasien.

Salah satu bagian dari CT scan adalah thorax. CT scan thorax dilakukan untuk mendapatkan gambaran spesifik organ dalam dada guna mengevaluasi kondisi organ tertentu, seperti paru-paru atau jantung, yang mengalami cedera atau penyakit tertentu. Pemeriksaan CT scan thorax dapat dilakukan dengan cepat, efektif, dan akurat jika dilakukan sesuai prosedur karena kemampuan CT scan yang sangat baik. CT scan thorax membantu dokter mendeteksi penyakit atau kelainan yang terdapat pada organ dalam dada. Pencitraan CT scan thorax akan segera digunakan secara luas untuk mendeteksi pasien yang terinfeksi virus COVID-19. Dokter dapat lebih terbantu dalam mendeteksi kondisi paru pasien terkonfirmasi Covid dengan citra CT scan dibandingkan dengan citra X-ray. Namun, pada pemeriksaan CT scan thorax baik pada pasien terkonfirmasi Covid maupun non Covid, nilai dosis radiasi yang diberikan kepada pasien sangat penting untuk diperhatikan.

Pada pemeriksaan CT scan, digunakan beberapa laju dosis, antara lain volume computed tomography index (CTDIvol) dan Size-Specific Dose Estimate (SSDE). CTDI merupakan dosis pada CT scan yang diperoleh dengan cara mengintegrasikan profil dosis (D) pada satu kali pemindaian dibagi dengan lebar kolimasi. Setelah konsep perhitungan dosis menggunakan CTDI ditemukan, acuan dosimetri standar berubah menjadi CTDI di seluruh dunia. CTDIvol merupakan dosis yang digunakan untuk pemindaian heliks dan dikenal sebagai dosis keluaran pemindai CT. CTDIvol awalnya merupakan hasil pengukuran fantom PMMA berukuran 16 cm dan 32 cm.

Selanjutnya, hasil pengukuran tersebut diinput ke dalam alat CT Scan sebagai acuan dosis. Namun seiring berkembangnya alat CT Scan, nilai CTDIvol merupakan hasil perhitungan yang sudah dikembangkan dan bukan lagi hasil pengukuran awal. Sementara itu, SSDE merupakan nilai dosis yang dihasilkan setelah mempertimbangkan diameter tubuh pasien dengan satuan mGy, sehingga memungkinkan perhitungan dosis yang diterima pasien menjadi jauh lebih akurat. Batas dosis yang diterima pasien tidak memiliki acuan khusus yang tertera dalam peraturan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Namun, pemberian dosis kepada pasien menggunakan asas justifikasi, yang artinya tindakan yang dilakukan harus menghasilkan manfaat yang lebih besar daripada kerugian. Dengan demikian, pemberian dosis harus dilakukan dengan risiko seminimal mungkin tanpa mengurangi kualitas gambar yang diperoleh sehingga tidak membahayakan pasien. Khusus untuk pemeriksaan CT scan thorax, pemberian dosis yang tepat sesuai dengan kebutuhan pasien perlu diperhatikan karena di dalam thorax terdapat organ-organ penting, seperti paru-paru dan jantung, yang merupakan pusat pernapasan dan peredaran darah manusia.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan perbedaan nilai CTDIvol dan SSDE pada pasien Covid-19 dan non Covid-19. Nilai CTDIvol pasien Covid (7,90 卤 1,29) mGy lebih besar dibandingkan pasien non Covid (4,90 卤 2,11) mGy. Sementara itu, nilai SSDE pasien Covid (11,02 卤 1,34) mGy juga lebih besar dibandingkan pasien non Covid sebesar (7,50 卤 2,77) mGy.

Penulis: Suryani Dyah Astuti dan Winarno

Link:

Baca juga: Pengobatan dengan Antibiotik dan Pengobatan Kompleks Lainnya

AKSES CEPAT