Subdural Empiema merupakan abses yang terjadi diantara durameter dan archanoid. Epyema subdural memiliki resiko yang berpotensi mengancam jiwa, karena dapat menyebar secara cepat. Selain itu, kasus ini menjadi jarang terjadi atau hanya 15%-25% yang infeksi pada intracranial pyogenic, dan diantaranya 5,6% terjadi di interhemispheric. Interhemispheric kondisi dimana distribusi nanah ke parafalcine dan di sepanjang superior dan inferior tentorium yang jarang terjadi. Sebagian besar penyakit subdural epiema terjadi pada kelompok umur anak, dan dewasa muda yang didominasi oleh laki-laki.
Sebagai langkah deteksi dini, perlu mengenali gejalanya, namun pada penyakit ini tidak spesifik, namun demam, kaku pada leher, sakit kepala, dan kejang local yang diikuti dengan penurunan kesadaran yang biasa terjadi dibeberapa kasus. Pada kasus yang diteliti oleh Thohari, F.H.,dkk. 2023, juga mengalami hal yang sama ditambah adanya hemisparesis dan kelumpuhan saraf abducens.
Penanganan sedini mungkin sangat diperlukan, sehingga dapat meminimalisir adanya potensi kematian bahkan kecacatan. Adapun penanganan dini yang dapat dilakukan berdasarkan penelitian sebelumnya adalah deteksi dini, pembedahan yang dikombinasikan dengan antibiotik yang tepat. Resiko yang terjadi apabila penundaan drainase bedah adalah penyebaran subdural empyema, penyebab peningkatan resiko morbiditas dan mortalitas. Selain itu, prognosis yang buruk dan operasi merupakan hal yang vital untuk terjadi dekompresi. Sehingga, diagnosis menggunakan MRI dengan kontras gadolinium dan CT-Scan menjadi standar emas. Dalam penanganan jangka panjang, pengobatan antibiotic diperlukan pada intracranial subdural empiema dari 6 “ 8 minggu, dalam 4 minggu pertama secara injeksi, dan diikuti pengobatan oral 2-4 minggu.
Thohari FH, Sugianto P, Ardiansyah D. Complete recovery of interhemispheric subdural empyema extending to cerebellar tentorium treated with antibiotics as unimodal therapy: a case report and controversial literature review. Bali Med J. 2023;12(2):2307“11.
Artikel penelitian dapat diakses pada link berikut
Thohari FH, Sugianto P, Ardiansyah D. Complete recovery of interhemispheric subdural empyema extending to cerebellar tentorium treated with antibiotics as unimodal therapy: a case report and controversial literature review. Bali Med J. 2023;12(2):2307“11. https://balimedicaljournal.org/index.php/bmj/article/view/4633





