51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Perbandingan Efek Latihan Penguatan Intensitas Rendah Dengan Pemberian Blood Flow Restriction pada Lansia

Perbandingan Efek Latihan Penguatan Intensitas Rendah Dengan Pemberian Blood Flow Restriction pada Lansia
Sumber: KlikDokter

Proses penuaan menyebabkan penurunan berbagai hormon pertumbuhan sel otot, salah satunya Insulin-like growth factor-1 (IGF-1). Kadarnya menurun hingga 50% pada lansia, sehingga tingkat anabolisme protein dalam sel otot rangka menurun, yang akhirnya menyebabkan hilangnya massa otot rangka dan meningkatkan risiko jatuh. Peningkatan produksinya dirangsang oleh Growth Hormone (GH) sebagai respons terhadap latihan. Insulin-like growth factor-1 (IGF-1) merangsang regenerasi otot rangka sehingga akan meningkatkan massa dan kekuatan otot rangka.

Latihan penguatan yang direkomendasikan pada lansia yaitu intensitas moderate (40-60% 1RM) hingga intensitas tinggi (> 70 % 1 RM). Latihan penguatan intensitas rendah 20“30% 1RM dikombinasikan Blood Flow Restriction (BFR) dapat meningkatkan kekuatan dan ukuran otot yang besarnya sama dengan latihan penguatan intensitas tinggi. Latihan ini menempatkan lebih sedikit tekanan mekanis pada sendi dengan peningkatan kekuatan dan hipertrofi otot yang relatif sama dengan latihan penguatan intensitas tinggi.

Berdasarkan beberapa studi pendahulu di atas, Asih Aprilya, Imam Subadi, Nuniek Nugraheni dan Soenarnatalina Melaniani melakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis perbandingan efek latihan penguatan intensitas rendah dengan pemberian BFR dan latihan penguatan intensitas sedang terhadap kadar IGF-1 serum pada lansia wanita. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan two group pretest and posttest design. Sebanyak 22 orang secara acak dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok moderate mendapatkan latihan penguatan intensitas sedang (≥ 40-60% 1RM). Tiap sesi terdiri dari 3 set, 8-12 repetisi pada setiap set dengan periode istirahat 2 menit antar set. Kelompok BFR mendapatkan latihan penguatan intensitas rendah (20-30% 1RM) yang dikombinasikan dengan aplikasi BFR menggunakan manset pada 1/3 atas paha dengan tekanan restriksi 50 mmHg atau 40 % Arterial Occlusion Pressure, tekanan dilepas saat periode istirahat. Setiap sesi terdiri dari 4 set, 30 repetisi pada set pertama dan masing “ masing 15 repetisi pada set ke 2-4 dengan periode istirahat 30 detik antar set. Latihan dilakukan 2 sesi/minggu selama 6 minggu dengan jeda 3-4 hari diantara sesi latihan. Penelitian ini menilai kadar serum IGF-1 sebelum dan sesudah intervensi kedua kelompok.

Salah satu simpulan hasil yang penting pada penelitian ini adalah latihan penguatan intensitas rendah dengan pemberian BFR merupakan latihan yang aman, nyaman dan bermanfaat sehingga dapat menjadi alternatif latihan penguatan pada lansia yang dianalisis menggunakan biomarker IGF-1. Latihan penguatan dengan pemberian BFR menempatkan tekanan mekanis yang lebih sedikit pada sendi daripada latihan intensitas tinggi, dengan hasil peningkatan kekuatan dan hipertrofi otot relatif sama, sehingga metode ini dapat menjadi strategi penguatan otot untuk lansia dengan kelemahan otot, artritis, dan komorbiditas ortopedi lainnya. Mekanisme kerja latihan penguatan otot dengan BFR yaitu melalui peningkatan rekrutmen serabut otot, mechanotransduction, akumulasi metabolik dan hormonal, cell swelling, stimulasi sintesis protein otot, pengurangan ekspresi gen myostatin.Latihan dengan BFR dapat menyebabkan oklusi arteri secara parsial sehingga terjadi kondisi iskemia dan nekrosis sel otot yang dilatih. Kondisi ini dapat meningkatkan hormon pertumbuhan seperti growth hormone, IGF-1 dan vascular endothelial growth factor yang berfungsi untuk meregenerasi sel otot yang rusak. Akumulasi metabolit yang terjadi selama latihan penguatan intensitas rendah dapat merangsang aktivasi jalur mTOR untuk meningkatkan sintesa protein mirip seperti pada latihan penguatan otot dengan intensitas tinggi. Sintesa protein yang meningkat akan meningkatkan massa otot dan kekuatan. Dengan adanya studi ini diharapkan latihan penguatan intensitas rendah dengan menggunakan BFR dapat menjadi alternatif latihan penguatan pada lansia.

Penulis: Asih Aprilya, Imam Subadi, Nuniek Nugraheni dan Soenarnatalina Melaniani.

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat di Journal of Medicinal and Pharmaceutical Chemistry Research

Berikut judul dan link artikel:

Judul : Comparative analysis of low-intensity resistance training with blood flow restriction and moderate-intensity resistance training on insulin-like growth Factor-1 serum levels in

elderly women

Link :

AKSES CEPAT