51动漫

51动漫 Official Website

Perbandingan Hasil Analisis Cairan Serebrospinal Terhadap Patogen Meningitis pada Pasien Meningitis

Pada tahun 2019, Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan sekitar 250.000 kematian akibat meningitis. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat 19.381 kasus meningitis pada tahun 2010, dengan jumlah kematian 1.025 orang.3 Oleh karena itu, penegakan diagnosis etiologi meningitis menjadi perhatian penting, dan analisis cairan serebrospinal menjadi hal yang sangat penting dalam upaya ini.

Meningitis adalah penyakit inflamasi yang mempengaruhi jaringan yang menjaga otak dan sumsum tulang belakang, dan perubahan pada cairan serebrospinal dapat mengindikasikan adanya infeksi.4 Ciri-ciri tambahan yang membedakan meningitis dari penyakit jinak lainnya pada masa kanak-kanak termasuk nyeri kaki, ekstremitas dingin, dan warna kulit yang tidak normal. .5,6 Cairan serebrospinal ini memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan kimiawi di sistem saraf pusat dan melindungi otak dari trauma mekanis.7 Analisis cairan serebrospinal merupakan elemen kunci dalam diagnosis dan penatalaksanaan penyakit ini.8 Yang paling penting pemeriksaan yang signifikan untuk mengidentifikasi atau menyingkirkan adanya meningitis adalah analisis cairan serebrospinal melalui pungsi lumbal.9,10 Meskipun demikian, interpretasi hasil pemeriksaan cairan serebrospinal memerlukan kehati-hatian, terutama karena perubahan karakteristik CSF seperti jumlah leukosit, kadar protein , glukosa, dan penampilan fisik, yang dapat memberikan gambaran tentang jenis penyakit yang terjadi.7,11Analisis CSF sangat penting untuk diagnosis karena karakteristik klinis saja tidak dapat membedakan antara meningitis dan penyakit serupa, dan analisis CSF pada meningitis bakterial menunjukkan karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan meningitis non-bakteri.

Dalam upaya mengidentifikasi secara cepat penyebab infeksi meningitis, berbagai metode diagnostik telah dikembangkan.Teknologi Chain Reaction telah digunakan untuk mendeteksi patogen dalam cairan serebrospinal.14 Namun, metode kultur memiliki keterbatasan dalam hal waktu dan sensitivitas.15 Panel Biofire Filmarray ME menggunakan teknologi PCR multipleks untuk mendeteksi berbagai patogen penyebab meningitis dalam waktu sekitar 1 jam.16 Teknologi ini

Penulis: Aryati

Link: https://www.balimedicaljournal.org/index.php/bmj/article/view/4781/3014.  

AKSES CEPAT