Infeksi HPV (Human Papillomavirus) yang persisten dan berisiko tinggi adalah penyebab utama kanker serviks. Wanita yang aktif secara seksual berisiko terinfeksi HPV, terutama jika mereka memiliki banyak pasangan seksual. Untuk mendeteksi HPV, tes DNA HPV dapat dilakukan menggunakan sampel darah menstruasi sebagai alternatif untuk skrining kanker serviks.
Pada wanita dengan pasangan tunggal, DNA HPV ditemukan pada 47,6% (10/21) sampel darah menstruasi dan 47,8% (11/21) pada swab serviks dengan nilai signifikansi p = 1,000.
Pada wanita dengan pasangan ganda, DNA HPV terdeteksi pada 82,6% (19/23) sampel darah menstruasi dan 87% (20/23) pada swab serviks, juga dengan nilai signifikansi p = 1,000.
Metrik Kinerja untuk Darah Menstruasi: Sensitivitas: 90,32% Spesifisitas: 92,31% Nilai Prediktif Positif: 96,5% Nilai Prediktif Negatif: 80% Akurasi: 91,32%
Analisis ini menunjukkan bahwa ada kesesuaian antara deteksi DNA HPV menggunakan darah menstruasi yang dikumpulkan dalam pembalut sanitary dan swab serviks, dengan nilai-nilai akurasi yang tinggi. Darah menstruasi dapat menjadi alternatif yang baik untuk skrining kanker serviks.
dari analisis ini menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian antara skrining DNA HPV dengan darah menstruasi yang dikumpulkan dalam pembalut sanitary dan swab serviks, dengan nilai akurasi yang tinggi.
Penulis :Nurul Avifah Rahman, Pungky Mulawardhana, Puspa Wardhani
Link:
Baca juga: Perbandingan Deteksi DNA HPV dari Darah Menstruasi pada Menstrual Cup dan Cervical Swab pada Wanita





