Perdarahan obstetrik merupakan penyebab utama kematian ibu, terutama di wilayah dengan sumber daya terbatas. Pedoman penatalaksanaan biasanya mengusulkan intervensi berurutan yang dimulai dengan persiapan tim, identifikasi dini perdarahan abnormal, serta pelaporan pascakejadian dan kegiatan pembelajaran. Namun, fokus dalam penanganan perdarahan pascapersalinan (PPH) terkadang melupakan intervensi yang paling penting: menghentikan perdarahan secepat mungkin. Berbagai tindakan dapat dilakukan selama perdarahan saat operasi sesar, mulai dari langkah sederhana seperti kompresi aorta manual internal dan penggunaan tourniquet uterus, hingga prosedur lebih kompleks seperti jahitan kompresi uterus, ligasi pembuluh darah, atau histerektomi.
Di tingkat perawatan dasar atau di luar rumah sakit, tantangannya berbeda karena keterbatasan akses terhadap tindakan pembedahan atau transfusi, serta keterbatasan jumlah dan keterampilan tenaga kesehatan. Di beberapa kasus, perawatan primer bahkan dilakukan oleh anggota keluarga atau orang yang tidak terlatih, yang tidak memiliki akses ke opsi penanganan yang efektif dan tidak mampu menerapkan instruksi medis yang mungkin mereka terima melalui telemedis. Sebagai contoh, di beberapa wilayah Afrika, 17% wanita hamil harus menempuh perjalanan lebih dari dua jam untuk mendapatkan layanan obstetrik dasar.
Terlepas dari penyebab perdarahan panggul, kompresi aorta abdominalis merupakan strategi yang efektif dan secara universal dapat diakses untuk mengendalikan kehilangan darah sementara. Teknik ini telah terbukti bermanfaat dalam menangani perdarahan subdiafragma dan mengontrol perdarahan postpartum selama lebih dari 30 tahun. Jurnal ini menjelaskan bahwa pada kasus perdarahan postpartum, penggunaan agen uterotonika dan kompresi uterus bimanual adalah prosedur yang efektif dalam sebagian besar kasus, dan penerapan segera intervensi ini sangat penting untuk hasil yang lebih baik.
Penulis: Rozi Aditya Aryananda, dr., SpOG
Link:
Baca juga: Penggantian Lengkung Aorta dengan Diseksi Aorta Stanford A DeBakey I





