Nanopartikel oksida besi (NPOB) adalah salah satu material canggih yang bermanfaat untuk berbagai aplikasi, termasuk tujuan antibakteri. Dalam proses sintesis NPOB melalui jalur kimia, proses pengadukan merupakan faktor penting yang harus dikendalikan. Dalam penelitian ini, kami menyelidiki pengaruh pengadukan magnetik konvensional (kecepatan putar 800 rpm) dan sonikasi (frekuensi 40 KHz) untuk menghasilkan NPOB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nukleasi cepat dan lambat melalui sonikasi dan pengadukan magnetik konvensional terhadap sifat fisikokimia dan aktivitas antibakteri NPOB. Hasil FT-IR menunjukkan puncak spesifik peregangan Fe-O sekitar 628,38 hingga 895,48 cm-1 dan pembengkokan Fe-O pada 1640-1645 cm-1, yang menunjukkan keberhasilan pembentukan NPOB. Perbedaan dalam proses pengadukan menunjukkan dampak yang signifikan pada ukuran partikel dan potensial zeta NPOB. Pengadukan magnetik konvensional menghasilkan ukuran partikel hidrodinamik yang lebih kecil (234,60 卤 19,57 nm) dan potensial zeta yang lebih tinggi (-39,30 卤 0,48 mV), kemungkinan karena kontrol ketat terhadap pertumbuhan nanopartikel dibandingkan dengan proses sonikasi (321,00 卤 21,91 nm dan -22,78 卤 1,13 mV). Namun, kristalinitas, morfologi, dan spektrum UV-Vis dari kedua NPOB yang disiapkan tersebut cukup mirip. Perbedaan ukuran partikel dan potensial zeta dari NPOB ini memberikan dampak signifikan pada aktivitas antibakteri (p<0,05) terhadap Escherichia coli. Pengadukan magnetik konvensional menunjukkan diameter zona inhibisi yang lebih besar (10,13 卤 0,06 mm) daripada proses sonikasi (7,27 卤 0,15 mm). Oleh karena itu, NPOB yang disiapkan dengan menggunakan pengadukan magnetik konvensional dianggap memiliki parameter optimal dan bermanfaat untuk tujuan antibakteri.
Penulis: Prof. Dr. Dwi Setyawan, S.Si., M.Si., Apt
Link:





