51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mengenal Potensi Pasta Gigi BHA dan Siwak untuk Remineralisasi Gigi serta Antibakteri

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Masalah kesehatan mulut merupakan tantangan global yang memengaruhi sekitar 3,5 miliar orang di seluruh dunia hingga tahun 2026. Kondisi yang paling mendominasi adalah karies gigi, yang muncul akibat aktivitas bakteri yang merusak lapisan keras gigi seperti email, dentin, dan sementum. Lapisan-lapisan pelindung ini secara alami tersusun dari mineral hidroksiapatit, sehingga ketika terjadi proses demineralisasi yang berkelanjutan, struktur gigi akan melemah dan akhirnya membentuk lubang. Selama ini, fluorida telah menjadi solusi standar dalam pencegahan karies, namun penggunaannya mulai mendapat perhatian khusus karena potensi risiko fluorosis dan efek samping lainnya. Hal ini memicu kebutuhan akan mineral alternatif yang lebih biokompatibel untuk mendukung proses remineralisasi gigi.

Hidroksiapatit (HA) adalah mineral kalsium fosfat dengan rumus kimia Ca₅(PO₄)₃OH yang menjadi komponen utama penyusun gigi dan tulang manusia. Mineral ini menjadi kandidat yang dapat membantu proses remineralisasi karena sifatnya yang biomimetik, yaitu mampu meniru struktur alami gigi. Sebagai komponen utama penyusun email, penggunaan HA memungkinkan pengembalian mineral yang hilang secara langsung ke dalam struktur gigi yang rusak, sekaligus memperkuat lapisan pelindung tanpa risiko efek samping sistemik. Jika dilihat dari proses sintesisnya, hidroksiapatit dibedakan menjadi dua jenis yaitu sintesis dan alami.

Salah satu hidroksiapatit yang disintesis secara alami yaitu bovin hidroksiaapatit (BHA) memiliki struktur yang lebih berpori dan memiliki komposisi yang sangat mirip dengan mineral asli tubuh manusia dibandingkan hidroksiapatit sintetis, sehingga lebih efektif dalam memfasilitasi pertukaran mineral pada gigi. Untuk memaksimalkan efektivitasnya dalam menjaga kesehatan rongga mulut, penggunaan BHA dapat dikombinasikan dengan bahan alami seperti siwak (Salvadora persica L.). Siwak telah lama dikenal secara tradisional dan terbukti secara ilmiah mampu menghambat pertumbuhan bakteri serta mengurangi penumpukan plak pada permukaan gigi.

Penelitian ini memfokuskan pada pengembangan dan karakterisasi pasta gigi yang mengombinasikan BHA dan siwak dengan berbagai variasi konsentrasi. Tiga formula dibuat dengan mencampurkan siwak pada konsentrasi 5%, 7,5%, dan 10%. Berdasarkan hasil pengujian, seluruh formula pasta gigi menunjukkan karakteristik fisik yang memenuhi standar kualitas, mulai dari tekstur yang lembut, aroma peppermint yang segar, hingga nilai pH pada rentang 6,5“8,5 yang aman untuk lingkungan rongga mulut. Parameter fisik lainnya seperti kekentalan, daya sebar, dan daya lekat tetap terjaga dengan baik meskipun konsentrasi siwak divariasikan. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi bahan-bahan tersebut stabil dan praktis untuk diproduksi sebagai produk perawatan mulut harian.

Selain keunggulan fisik, pasta gigi ini juga menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil uji laboratorium membuktikan bahwa seluruh formula mampu menghambat pertumbuhan bakteri secara efektif dibandingkan dengan kelompok kontrol. Menariknya, peningkatan konsentrasi siwak tidak memberikan perbedaan daya hambat yang mencolok, yang menandakan bahwa konsentrasi rendah pun sudah cukup untuk memberikan perlindungan antibakteri yang optimal. Sebagai kesimpulan, kombinasi BHA dan siwak dalam sediaan pasta gigi ini merupakan alternatif inovatif yang aman, efektif, dan bebas fluorida bagi masyarakat yang ingin menghindari risiko fluorosis namun tetap menginginkan perlindungan maksimal terhadap karies gigi.

Penulis: Prof. Dr. Aniek Setiya Budiatin, Dra., Apt., M.Si.

Link:

AKSES CEPAT