Tantangan perempuan dalam berbagai aspek seperti sosial, ekonomi dan politik telah menciptakan batasan-batasan langit yang menghambat perempuan untuk dapat memaksimalkan potensinya. Batasan ini sering disebut dengan 済lass ceiling langit-langit kaca yang seolah memberi harapan pada perempuan, namun sejatinya masih mengungkung mereka dalam mengembangkan dirinya. Meskipun demikian, upaya untuk memecahkan batasan ini telah dilakukan di berbagai aspek, ada yang berhasil, dan tidak sedikit pula yang gagal. Salah satu contoh keberhasilan dari pemberdayaan perempuan dapat dilihat di sebuah desa dengan prestasi pembangunan ekonomi dan pariwisata yaitu Desa Pujon Kidul yang berlokasi di Malang, Jawa Timur. Melalui penelitian kualitatif dengan analisis studi kasus, kami mengungkap bagaimana Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) memiliki peran sentral dalam pengembangan desa wisata di Pujon Kidul.
Penelitian ini menyoroti tiga aspek utama yang coba dipecahkan oleh TP PKK melalui berbagai keterlibatan dan partisipasi perempuan dalam kegiatan sosial, ekonomi, dan politik. Dengan dorongan dari Kepala Desa yang visioner, TP PKK memiliki kesempatan untuk terlibat dalam penyusunan anggaran desa, mengusulkan, dan juga membahas bersama perangkat desa yang lain. Pada aspek ekonomi, perempuan telah diberdayakan dalam pengelolaan UMKM desa yang bekerjasama dengan pusat oleh-oleh desa wisata. Selain itu, TP PKK secara aktif juga mengusulkan program peningkatan kapasitas perempuan dalam menjalankan UMKM seperti pengadaan pelatihan ketrampilan, kerajinan tangan, produk olahan, serta pemasaran produk. Selanjutnya pada aspek sosial perempuan telah menjadi ujung tombak bagi terlaksananya berbagai program desa yang ditujukan untuk menunjang pembangunan pariwisata. Sebagaimana pengakuan dari Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Blungun (POKDARWIS) dimana 渢he power of Ibu-Ibu menjadi kunci utama tingginya partisipasi warga. Salah satu contoh program yang dilaksanakan dan perempuan menjadi penggeraknya adalah perlombaan-perlombaan yang berkaitan dengan Desa Wisata. Sebelum para Ibu-Ibu PKK bergabung dalam menyukseskan program desa wisata, partisipasi warga dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pemerintah terbilang rendah. Namun, setelah bergabungnya TP PKK dalam pembangunan Desa Wisata, jumlah partisipasi meningkat pesat. Para ibu telah berhasil menggerakkan sosial masyarakat dengan menciptakan budaya malu kalau sampai tidak berpartisipasi, 渕alu dengan RT sebelah. Berbagai perlombaan yang dilaksanakan seperti lomba kreasi menu, lomba rumah dan lingkungan sehat, serta lomba pertamanan. Perlombaan yang diadakan tersebut ditujukan untuk mewujudkan desa wisata yang memenuhi kriteria Sapta Pesona yaitu Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan.
Pemberdayaan perempuan dan pelibatan mereka dalam aspek sosial, ekonomi dan politik telah mendorong kesuksesan pembangunan ekonomi. Perempuan yang selama ini banyak terpinggirkan dalam bidang pekerjaan ternyata memiliki peran sentral dan potensi besar apabila diberikan ruang untuk berkarya dan berkontribusi. Namun sayangnya, budaya patriarki yang masih mengakar di masyarakat masih menganggap bahwa perempuan tidak memiliki kemampuan untuk turut andil dalam pembangunan baik di bidang sosial, ekonomi dan politik. Ketika terjadi keabsenan perempuan dalam proses pengambilan kebijakan ataupun pelaksanaannya, maka terdapat hak-hak dan kepentingan perempuan yang tidak terakomodasi.
Berkaca dari kasus pemberdayaan perempuan di Desa Pujon Kidul, menunjukkan bahwa perempuan memiliki kualitas dan kapabilitas yang mumpuni dalam berbagai aktivitas yang selama ini mereka banyak dipinggirkan. Perempuan memiliki kapasitas untuk berpartisipasi dalam penyusunan anggaran desa yang di dalamnya memperhatikan persoalan seperti kesehatan ibu dan anak, program pelatihan dan pemberdayaan perempuan, yang mana ujungnya berdampak secara positif pada pembangunan wisata desa. Jika melihat dari kesaksian perangkat desa, perempuan juga memiliki kapasitas leadership yang bagus di tengah masyarakat untuk menggerakkan dan memobilisasi masa dan menyukseskan program.
Meski begitu, mereka belum mencapai posisi puncak sebagai pemimpin UMKM atau mendominasi posisi strategis di BumDes. Selain itu, meskipun perempuan dilibatkan dalam pembuatan kebijakan, namun kedudukan tertinggi masih terbatas pada organisasi yang khusus menangani mereka yaitu PKK. Dalam mendobrak langit-langit kaca, mereka juga perlu mengambil posisi strategis di pemerintahan desa, seperti kepala desa atau Ketua BumDes. Singkatnya, pemberdayaan perempuan telah mengalami kemajuan yang signifikan dalam pengembangan desa wisata dan menempatkan mereka sebagai aktor kunci yang mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah desa. Pemberdayaan perempuan di bidang sosial, ekonomi, dan politik setidaknya telah mendorong pembangunan berbasis gender. Pembangunan desa yang dilakukan pemerintah perlu bersifat inklusif, termasuk peran kelompok perempuan dalam pembangunan desa. Selain itu, perempuan mempunyai peran penting secara sosial, ekonomi, dan politik untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan inklusif sehingga pemberdayaan perempuan dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan. Dalam berbagai kajian perempuan, literatur yang ada mengenai pemberdayaan perempuan dan pariwisata menunjukkan berbagai manfaat yang bisa diperoleh perempuan. Namun penelitian yang kami lakukan, menganalisis lebih mendalam dengan menyelidiki kontribusi pemberdayaan perempuan dan pariwisata dalam memecahkan langit-langit kaca pada aspek sosial, ekonomi, dan politik. Studi ini mengungkap pemberdayaan perempuan di bidang pariwisata dan kontribusi mereka terhadap upaya perempuan memecahkan langit-langit kaca yang menghalangi mereka mencapai posisi teratas di masyarakat.
Penulis: Kalimah Wasis Lestari, S.IP., M.Sc.
Link:





