UNAIR NEWS – Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia terus mendorong program revitalisasi dalam mengurangi impor pangan. Peran dokter hewan untuk meningkatkan produksi ternak terus digenjot. Berbagai tantangan seperti infeksi parasit yang mengakibatkan gangguan produktivitas ternak harus dihadapi.
Parasit Gastrointestinal
Pembicara Prof Makoto Matsubayushi DVM PhD mengatakan pakan ternak berkualitas menjadi kunci produktivitas yang baik. Pengolahan makanan dalam pencernaan (gastrointestinal) memegang peranan dalam penyerapan nutrisi. Namun, terjadinya kontaminasi parasit akan berpengaruh dalam fungsionalitas dan kesehatan hewan tersebut. Parasit sebagai agen infeksi menyebabkan penurunan produksi susu pada sapi perah, telur pada unggas petelur, dan bobot pada ternak pedaging.
淧emerintah terus mendorong swasembada pangan. Tapi, parasit tersebut bisa menyebabkan penurunan ekonomi dari ternak produksi yang signifikan, Kata dosen Graduate School of Veterinary Medical Sciences Osaka Metropolitan University, Japan.
Parasit gastrointestinal dapat ditemukan dalam setiap jenis hewan ternak. Dominasi penemuan pada industri poultry adalah eimeria spp dan dalam peternakan babi banyak ditemukan ascaris suum. Bahkan, beberapa parasit menyebabkan berbagai gejala klinis mulai diare hingga lethal cases. Potensi zoonosis juga menjadi kewajiban sekaligus kewaspadaan bagi dokter hewan dalam menegakkan diagnosis.

PCR dalam Identifikasi
Polymerase Chain Reaction (PCR) menjadi salah satu metode identifikasi parasit gastrointestinal. Analisis molekuler tersebut secara spesifik dapat menentukan spesies khas wilayah tertentu. Sehingga menjadi dasar menelusuri asal muasal terjadinya infeksi pada wilayah tersebut.
Dalam dunia peternakan, feses menjadi salah satu sampel yang paling sering diteliti. Namun, penggunaan feses dalam metode PCR sebagai sampel diagnosa parasit mengharuskan peneliti memiliki kecermatan yang tinggi. Dengan keberagaman mikrobiologi yang ditemukan, peneliti harus melakukan purifikasi dan pemilahan terhadap salah satu jenis sampel tertentu. Dari banyaknya jenis parasit, Protozoa menjadi salah satu yang menarik diidentifikasi menggunakan metode PCR.
淒ibandingkan dengan helminth, protozoa memiliki lapisan khusus yang harus dipecahkan sebelum proses deteksi PCR, tutur Prof Makato.
International Guest Lecture on Veterinary Medicine diselenggarakan Program Studi S1 Kedokteran Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam () 51动漫 (UNAIR) Banyuwangi x BRIN. Kuliah tamu tersebut mengangkat topik 淒etection and Molecular Analysis of Gastrointestinal Protozoans as an Important Parasites for zoonotic Risk and Reducing Productivities in Animal Food pada Jumat (15/12/2023) di Ruang Sidang Kampus Giri FIKKIA.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Feri Fenoria





