51动漫

51动漫 Official Website

Perikarditis Kalsifikasi yang Mengancam Jantung untuk Modalitas Diagnostik Gagal Jantung

Perikarditis Kalsifikasi yang Mengancam Jantung untuk Modalitas Diagnostik Gagal Jantung
Sumber: KlikDokter

Kalsifikasi perikardial atau Calcific pericarditis (CP) sering kali terdeteksi secara tidak sengaja dan dapat menjadi petunjuk adanya perikarditis konstriktif. Perikarditis konstriktif didapat dari perikardium yang kaku yang menghambat pengisian diastolik yang memadai. Perikarditis konstriktif ditemukan sebagai etiologi gagal jantung sangat penting, karena perikardiektomi dapat menyembuhkan penyakit ini. Perikarditis konstriktif sering kali menyerupai penyebab lain dari gagal jantung, paru-paru, atau penyakit hati, sehingga sulit didiagnosis. Namun, penyakit ini harus menjadi diagnosis banding, terutama pada gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang dipertahankan. Tuberkulosis merupakan etiologi infeksi yang paling umum dari perikarditis konstriktif. Negara berkembang, seperti Indonesia, seharusnya mengingatkan kita akan kemungkinan perikarditis konstriktif tuberkulosis sebagai diagnosis banding gagal jantung yang tidak dapat dijelaskan.

Kasus yang disajikan disertai dengan keluhan sesak napas, terutama saat beraktivitas selama lima tahun, yang memburuk dalam 6 bulan terakhir. Riwayat tuberkulosis paru sebelumnya dengan temuan CT jantung mengonfirmasi diagnosis perikarditis konstriktif. Seorang pria berusia empat puluh sembilan tahun dirujuk pada bulan Januari 2021, untuk menjalani angiografi koroner dari rumah sakit setempat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan diagnosis nyeri dada atipikal. Pasien mengeluh sesak napas, terutama saat beraktivitas selama lima tahun, yang memburuk dalam 6 bulan terakhir, sehingga membatasi aktivitas pasien. Riwayat pengobatannya adalah ramipril 5 mg, bisoprolol 2,5 mg, dan furosemide 40 mg setiap hari. Namun, pasien berhenti minum obat tersebut karena gejalanya memburuk setelah dikonsumsi. Riwayat penyakitnya adalah tuberkulosis. Tidak ada riwayat hipertensi, diabetes, penyakit pembuluh darah, atau merokok. Tanda-tanda vitalnya normal dengan edema pedal bilateral dan splenomegali pada pemeriksaan fisik yang dikonfirmasi dengan ultrasonografi abdomen. Ekokardiografi transtoraks menunjukkan kegagalan ventrikel kanan dengan gerakan septum abnormal yang disimpulkan sebagai penyakit arteri koroner. Pasien menjalani angiografi koroner yang menunjukkan arteri koroner normal. Namun, ada penampakan seperti cincin yang mengelilingi jantung, yang merupakan tanda kalsifikasi perikardial. Dugaan CP mengharuskan pemeriksaan ulang ekokardiografi. Diamati bahwa gerakan septum abnormal terkait dengan pernapasan, yang merupakan komponen vital dari pemeriksaan diagnostik berikutnya. Ekokardiogram protokol CP dilakukan yang mengonfirmasi diagnosis. CT jantung dilakukan yang menemukan perikardium yang menebal dan mengalami kalsifikasi pada jantung.

Di daerah endemis tuberkulosis, gagal jantung yang penyebabnya tidak diketahui dan tidak adanya faktor risiko spesifik harus dicurigai karena kalsifikasi perikardial, terutama yang menunjukkan kalsifikasi perikardial di sepanjang alur atrioventrikular. Adanya riwayat infeksi tuberkulosis. Diperlukan adanya pendekatan pencitraan multimodalitas untuk diagnosis CP. Dalam kasus yang disajikan, riwayat tuberkulosis Paru dengan CT Jantung mengonfirmasi diagnosis CP.

Penulis: Sondang Jasmine Sitorus, Gde Rurus Suryawan, Rosi Amrilla Fagi

Link:

Baca juga: Memprediksi Luaran Pasien Gagal Jantung

AKSES CEPAT