51动漫

51动漫 Official Website

Periksaan Darah Lengkap sebagai Biomarker untuk Memprediksi Infeksi Pascastroke

Model Prognostik Kematian Akibat Stroke Iskemik di Rumah Sakit
Ilustrasi Pasien Stroke (Foto: kemenkes)

Darah lengkap adalah pemeriksaan rutin yang dilakukan di rumah sakit dan dilakukan pada hampir seluruh pasien yang masuk IGD. Peranan pemeriksaan darah lengkap biasanya untuk melihat apakah pasien mengalami anemia atau polisitemia vera. Selain itu, apakah pasien mengalami imunokopromise ataukah mengalami infeksi. Pada pemeriksaan darah lengkap juga dapat menentukan apakah terjadi inflamasi apakah tidak.

Komponen darah lengkap juga dapat menjadi pertanda adanya inflamasi. Penelitian kami yang terlaksana di RS PON Mahar Marjono dengan metode retrospektif cross sectional antara 1 oktober 2023 sampai dengan 31 maret 2024. Penelitian ini memasukkan pasien terkena stroke iskemik pertama melibatkan 163 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pasien tersebut terbagi menjadi kelompok yang mengalami infeksi saat perawatan dan tidak mengalami infeksi.

Biomarker penanda inflamasi yang dapat dipakai sebagai predictor terjadinya infeksi antara lain jumlah hitung leukosit (LC; 70.8%, 74.1%, p < 0.001), hitung absolut netrofil(ANC; 66.7%, 79.9%, p < 0.001), hitung absolut monocyte (AMC; 75.0%, 63.3%, p = 0.001), rasio neutrophil/lymphocyte (NLR; 62.5%, 71.9%, p = 0.003), NLR derivatif (dNLR; 50.0%, 78.4%, p = 0.003). Rasio monocyte揼ranulocyte/lymphocyte (MGLR; 62.5%, 73.0%, p = 0.003), index systemic inflammatory response (SIRI; 62.5%, 79.0%, p = 0.001), dan index systemic immune inflammation (SII; 87.5%, 44.0%, p = 0.012). Berdasarkan temuan tersebut, maka pemeriksaan darah lengkap dapat digunakan sebagai predictor terjadinya infeksi paska stroke.

Penulis: Abdulloh Machin

Informasi detail artikel:

AKSES CEPAT