Banyak situasi yang tidak dapat diprediksi – seperti persaingan perdagangan, revolusi teknologi atau pandemi – memaksa organisasi untuk tidak hanya bekerja lebih keras, tetapi juga menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan kondisi yang berubah dengan cepat (Boonyarit, 2023; Ghitulescu, 2013). Salah satu kunci untuk bertahan hidup dalam lingkungan yang tidak pasti dan tak terduga pada karyawan saat ini adalah dengan melakukan perilaku kerja proaktif (Matsuo et al., 2021). Perilaku ini merupakan perilaku yang dimulai oleh diri sendiri, berfokus pada masa depan dan melibatkan kemampuan untuk dapat mengambil kendali dalam melakukan perubahan (Parker & Collins, 2010). Penelitian mengenai perilaku kerja proaktif semakin meningkat, namun tinjauan literatur sebelumnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur tentang perilaku kerja proaktif di kalangan karyawan.
Metode scoping review yang dipertimbangkan dalam penelitian ini didasarkan pada tiga database, yaitu Scopus, Web of Science dan Ebscohost serta menggunakan tahapan prosedur pencarian diagram alir PRISMA. Publikasi yang termasuk dalam analisis adalah penelitian berbahasa Inggris dan Indonesia, artikel empiris, dan penelitian di lingkungan kerja. Sebanyak 196 artikel berhasil diperoleh dan dianalisis. Data yang telah diperoleh kemudian diekstraksi dan disintesis untuk scoping review yang dilakukan.
Hasilnya menunjukkan bahwa (1) produktivitas penelitian tentang perilaku kerja proaktif telah meningkat. Antara tahun 2006 dan 2024, 196 penelitian telah dilakukan, dengan puncaknya pada tahun 2023. Cina adalah negara yang memimpin dalam bidang penelitian ini. Secara metodologis, perilaku kerja proaktif sebagian besar dipelajari sebagai variabel independen, dan penggunaan analisis multilevel masih terbatas; (2) skala proaktifitas tugas individu dari Griffin dkk. (2007) merupakan instrumen yang paling banyak digunakan dalam penelitian perilaku kerja proaktif; dan (3) lima perspektif teoritis utama yang sering digunakan: teori pertukaran sosial, teori konservasi sumber daya, teori kognitif sosial, teori penentuan nasib sendiri, dan teori perluasan dan pengembangan.
Temuan-temuan ini memberikan landasan bagi pengembangan penelitian perilaku kerja proaktif di masa depan. Kajian mengenai perilaku kerja proaktif ditemukan konsisten dapat dipengaruhi oleh faktor sosial seperti pemimpin dan organisasi, disamping faktor internal seperti kepribadian dan motivasi. Oleh karena itu, diperlukan pemimpin dan organisasi yang mampu mendorong pengikutnya untuk mengoptimalkan perilaku kerja proaktif yang menjadi kebutuhan mendesak saat ini.
Penulis: Fendy Suhariadi
Dipublikasikan pada:
Satwika, P. A., Suhariadi, F., & Samian. (2025). Exploring proactive work behavior: A scoping review of research trends and theories. Cogent Business & Management, 12(1), 2465904. https://doi.org/10.1080/23311975.2025.2465904





