Diare masih menjadi masalah yang memerlukan perhatian lebih terutama pada anak-anak. Diare merupakan salah satu penyebab meningkatnya angka kematian dan kesakitan pada Balita di Indonesia. Orang tua harus dapat melakukan upaya untuk memperhatikan pemberian makan anak dengan memenuhi kebutuhan gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan harian anak. Jika makanan dapat seimbang dan diatur dengan baik, maka kesehatan anak akan terpenuhi. Di Indonesia praktik pemberian makan pada umumnya dipengaruhi oleh seorang Ibu, sebagai pengasuh utama anak dan memfasilitasi pemberian asupan makanan. Pemberian makan memiliki peran terhadap kejadian diare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan ibu dengan kejadian diare pada balita.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada ibu yang memiliki anak Balita. Jumlah sampel sebanyak 217 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pola makan ibu, sedangkan variabel terikatnya adalah kejadian diare pada Balita. Instrumen yang digunakan adalah Comprehensive Feeding Practices Questionnaire (CFPQ) dan kejadian diare (Topik Kuesioner Wanita). Analisis menggunakan uji statistik Spearman Rho (α≤ 0,05).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan ibu dengan kejadian diare pada balita (p = 0,004; r = 0,194). Praktik pemberian makan ibu yang tidak tepat berpotensi menyebabkan diare pada balita. Penyuluhan kesehatan tentang cara pemberian makan yang benar pada balita sebagai upaya pencegahan diare penting dilakukan.
Penulis: Praba Diyan Rachmawati, S.Kep.,Ns.,M.Kep
Informasi detail dari Riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
The relationship of mother™s feeding practices and the frequency of diarrhoea in under-five children. Journal of Pakistan Medical Association.





