51动漫

51动漫 Official Website

Perilaku Pengambilan Risiko dan Teori Biopsikososial untuk Memprediksi Perilaku Seksual Berisiko Remaja di Pesantren

Foto by MUI

Perilaku seksual berisiko pada remaja terjadi pada berbagai kota di Indonesia. Diduga prevalensinya meningkat sejalan dengan perkembangan mental remaja yang mencari identitas dan kemajuan serta keterbukaan informasi dengan berkembangnya media dan teknologi informasi. Kondisi ini terjadi juga di berbagai tempat pendidikan formal remaja yaitu sekolah, termasuk sekolah khusus agama seperti pondok pesantren. Dari satu pondok pesantren di Ujung Pandang, didapatkan angka perilaku seksual berisiko pada remaja sebesar 45,6%. Dari penilaian kebutuhan kesehatan reproduksi dan seksual remaja menunjukkan 80,7% dari remaja pondok pesantren telah melakukan berbagai aktivitas seksual. Untuk mencegah perilaku berisiko pada remaja, maka perlu diketahui faktor-faktor yang berkontribusi pada kondisi ini. Dari hasil penelitian observasional analitik menggunakan analisis dengan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) didapatkan bahwa variabel faktor biopsikososialspiritual berkontribusi sebesar 43,8% pada model yang dibangun untuk perilaku seksual berisiko pada remaja. Terdapat hubungan yang bermakna antara maturasi biologis, persepsi diri, persepsi sosial dan spiritual berperan pada persepsi seksual berisiko pada kognisi dan afeksi dan berkontribusi untuk melakukan perilaku seksual berisiko.

Studi ini adalah yang pertama tentang perilaku seksual berisiko pada remaja di pondok pesantren dengan pendekatan teori biopsikososialspiritual pada perilaku seksual berisiko. Perilaku berisiko dapat menyebabkan kerugian dalam hal Kesehatan fisik dan mental remaja, seperti dapat mengidap berbagai penyakit infeksi seksual menular, HIV-AIDS, dan kehamilan, di samping itu dapat terjadi kecemasan, pikiran obsesif tentang seksual bahkan kecanduan seksual. Maturasi biologis secara langsung atau tidak langsung bermakna pada terjadinya perilaku seksual berisiko. Masa pubertas pada remaja dicirikan dengan peningkatan hormon seksual memegang peran penting pada perkembangan otak. Hormon seksual berkontribusi untuk mereorganisasi sistem saraf dopaminergik untuk motivasi yang dapat membawa pada keinginan untuk melakukan perilaku seksual berisiko. Persepsi diri yang mencari sensasi memengaruhi perilaku seksual berisiko. Penelitian oleh Reuben et al. (2016) juga menemukan yang sama yaitu dipengaruhi juga oleh faktor psikologis self-efficacy. Faktor psikologis lain yang jug berpengaruh adalah self-esteem atau harga diri. Remaja dengan self-esteem yang rendah akan berpetualang seksual lebih dini dan mendapatkan pasangan dan berperilaku yang berisiko. Faktor relasi psikologis dan sosial juga berkontribusi kuat. Faktor

 Penelitian oleh Masni dan Seettheekul et al. (2015) juga menunjukkan  bahwa komunikasi dengan orang tua, monitor oleh orang tua tentang norma-norma dan pertemanan serta tipe sekolah berkontribusi pada perilaku seksual berisiko pada remaja. Faktor spiritual juga menunjukkan pengaruh sangat kuat pada terjadinya perilaku seksual berisiko. Penelitian oleh Fajar (2015) menunjukkan religiusitas yang tinggi pada remaja menjadi faktor proteksi perilaku seksual berisiko pada remaja. Ini sesuai dengan fungsi religi yang berperan pada Pendidikan, transformative, fungsi pembawa damai dan kreatif serta penyelamat. Religi juga menjadi fungsi pemupuk solidaritas, kontrol sosial dan sublimasi.

Hasil penelitian ini menyadarkan kita semua dan khususnya para pendidik banwa perhatian pada faktor biologis (maturasi seksual), faktor psikologis (persepsi diri, self esteem, self efficacy, dan kecerdasan emosi), faktor sosial (pola asuh orang tua, peran sekolah, teman sebaya, guru, sistem pendidikan dan media sosial) dan faktor spiritual (religiusitas dan kecerdasan spiritual) menjadi hal yang sangat penting dalam dalam mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja putri.

Penulis AIP: Dr. Margarita M. Maramis, dr. SpKJ(K), FISCM.

Informasi dari survei dapat dibaca pada:

Referensi:

Bali Medical Journal (Bali MedJ) 2022, Volume 11, Number 2: 1041-.

P-ISSN.2089-1180, E-ISSN: 2302-2914.

AKSES CEPAT