UNAIR NEWS – Predikat Top 3 kampus dalam subjek Business and Management yang diperoleh 51动漫 (UNAIR) rupanya bukan narasi belaka saja. Demi menunjukkan komitmennya, Departemen Manajemen UNAIR membangun Holistic Entrepreneur Ecosystem untuk membentuk mahasiswa menjadi wirausaha yang unggul. Hal ini terlihat dari berbagai upaya yang telah dilakukan.
Dr Gancar Candra Premananto SE MSi, selaku Kepala Departemen Manajemen UNAIR, menyebutkan bahwa salah satu upaya yang dilakukan adalah penyusunan kurikulum konsentrasi kewirausahaan, yang telah teruji sejak awal berdirinya atau sekitar sewindu lalu.
淜urikulum ini dirancang untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kewirausahaan yang dibutuhkan oleh mahasiswa. Selain itu, proses belajar mengajar yang dilakukan juga berbasis pengalaman dan proyek. Mahasiswa diberi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang didapat di kelas dengan membuat dan mengembangkan produk atau jasa yang inovatif dan solutif. Mahasiswa juga dibimbing oleh dosen-dosen yang telah memiliki sertifikasi kompetensi pendamping UMKM dan sertifikasi profesi lainnya, serta memiliki pengalaman nyata mengelola bisnis wirausaha, tutur Gancar.
Untuk mendukung proses belajar mengajar, Manajemen UNAIR juga menyediakan fasilitas dan sarana yang memadai, seperti aplikasi digital ruangpamer.co.id untuk menyimpan produk karya-karya kreatif mahasiswa, buku-buku tentang kewirausahaan karya para dosen, sebagai tempat bertanya bagi para wirausahawan.
Kolaborasi Internal Hingga Internasional
Dalam membina wirausaha mahasiswa, Manajemen UNAIR juga melakukan beberapa kerjasama dengan komunitas internal. Seperti, Workshop Entrepreneur Business Society (WEBS), Airlangga Business Community (ABC), dan Pusat Kewirausahaan dan Relasi Industri (PKRI). Sedangkan pada level fakultas, terdapat pagelaran pameran rutin hasil wirausaha mahasiswa dan talkshow 淏incang Optimis Mahasiswa. Selain itu, FEB UNAIR juga menjalin kolaborasi dengan media JTV.
淒engan berbagai upaya tersebut, Manajemen FEB berhasil mencetak mahasiswa yang tidak hanya siap menjadi staf dan pimpinan di berbagai perusahaan, tetapi juga siap mandiri menjadi wirausaha yang unggul. Hal ini dibuktikan dengan prestasi mahasiswa dalam Pekan Kewirausahaan Mahasiswa dan Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia, ujar Gancar.
Sejalan dengan itu, Prof Dr Dian Agustia SE Ak MSI, selaku Dekan FEB UNAIR, menyampaikan bahwa mahasiswa FEB UNAIR tidak hanya siap menjadi staf dan pimpinan di berbagai Perusahaan. Namun, juga siap menjadi wirausaha mandiri yang unggul. Ia menuturkan bahwa keseriusan ini dapat dilihat dengan pembentukan PKRI yang menunjang kebutuhan berwirausaha mahasiswa FEB UNAIR.
Dalam menunjukkan komitmennya, Manajemen UNAIR juga mendapatkan kunjungan dari berbagai stockholder untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kewirausahaan di Surabaya pada Jum檃t (1/3/2024).
Kunjungan tersebut dilakukan oleh Barikatul Hikmah Albar Salim SHum MS MSc selaku Global Future Cities Programme Manager of British Embassy Jakarta, Sripeni Puspasari ST MEng dari NETASIA Singapura, Rekyan Eckersley BEng MSc selaku Managing Director of Synergy Consulting Singapore, dan Dr Ir R.A. Retno Hastijanti MT selaku ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Pemerintah Kota Surabaya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Gancar dan para tim dosen kewirausahaan melakukan diskusi dan kunjungan ke pusat ekosistem pembelajaran kewirausahaan Manajemen UNAIR, yang dimana menjadi wadah untuk membina para wirausaha muda.
Gancar menyampaikan, Manajemen FEB UNAIR sangat terbuka untuk kolaborasi internasional guna mendorong UMKM go public. Dengan demikian, Manajemen UNAIR dapat berkontribusi dalam mengembangkan kewirausahaan di Indonesia, khususnya di Surabaya. Ia pun menekankan bahwa Manajemen UNAIR siap menjadi mitra bagi seluruh individu yang ingin terus berkembang menjadi wirausaha yang tangguh.
Penulis:
Editor: Khefti Al Mawalia





