UNAIR NEWS – Dalam rangka memperkuat dan memperluas kolaborasi, Southeast Asia One Health University Network (SEAOHUN) melalui Airlangga Disease Prevention and Research Center-One Health Collaborating Center (ADPRC-OHCC) menggelar Southeast Asia One Health Workforce Academies (SEA-OHWA) University Tour and Launching of the One Health Epidemiology Course. Kegiatan itu berlangsung secara daring dan luring melalui zoom meeting pada Rabu (12/11/2025), di Ruang Tandjung Adiwinata Lantai 2, Fakultas Kedokteran Hewan, Kampus MERR-C, 51动漫 (UNAIR).
Peluncuran One Health Epidemiology Course
Dalam sambutannya, Prof Dr Fedik Abdul Rantam DVM selaku Koordinator ADPRC-OHCC menyampaikan bahwa UNAIR telah menjadi bagian dari SEAOHUN sejak tahun 2017. Selain itu, UNAIR secara konsisten berupaya mengembangkan kolaborasi One Health.
Lebih lanjut Prof Fedik mengucapkan selamat atas peluncuran One Health Epidemiology Course yang dikembangkan melalui kolaborasi antara SEA-OHWA dan UNAIR. 湅Kami berharap kursus ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para mahasiswa, kolega, peneliti, dan akademisi dari berbagai latar belakang, terutama dari Public Health Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Kedokteran UNAIR, ungkapnya.
SEA-OHWA Sediakan Pembelajaran One Health dengan Sertifikasi CPD
Sementara itu, Dr Tongkorn Meeyam selaku Direktur Eksekutif SEAOHUN menjelaskan bahwa SEA-OHWA merupakan sebuah platform pembelajaran daring berskala regional secara inklusif dan mudah diakses. 淧latform ini ditujukan untuk pekerja profesional bidang One Health di kawasan Asia Tenggara serta mahasiswa tingkat akhir dan mahasiswa pascasarjana, ujarnya.
Platform ini mengajak sivitas akademika untuk membangun koneksi lintas disiplin, pemberdayaan kepemimpinan, serta mencari solusi atas berbagai tantangan kesehatan dan lingkungan berskala regional. Melalui kolaborasi ini, diharapkan mampu menumbuhkan komitmen yang kuat dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Terakhir, Dr Tongkorn memaparkan bahwa saat ini kursus tersedia dalam berbagai bahasa, yakni bahasa Inggris, Indonesia, Khmer, Lao, Thailand, dan Vietnam. Sebagian kursus bersifat mandiri dan pada sesi tertentu bersifat pertemuan virtual. Topik materi pembelajaran mencakup kepemimpinan, epidemiologi, komunikasi krisis, dan pengawasan berbasis risiko.
Untuk bahasa Indonesia, ada empat kursus pada platform SEA-OHWA. Salah satunya dikembangkan oleh UNAIR berjudul Epidemiology One Health.
淜ami berupaya menyediakan kursus yang terjangkau, bahkan gratis, dan terakreditasi. Sertifikat yang diperoleh dari kursus ini dapat digunakan untuk Continuous Professional Development (CPD) atau pengembangan profesional berkelanjutan, pungkasnya.
Penulis: Bethari Sri Indrajayanti
Editor: Khefti Al Mawalia





