n

51动漫

51动漫 Official Website

Perkuat Langkah Menuju 500 Dunia UNAIR Datangkan Pihak QS WUR

QS WUR
E Way Chong selaku Regional Manager QS WUR saat memberikan paparan dihadapan pimpinan UNAIR. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS – Bersama beberapa kampus ternama dan terbaik di Indonesia, pada tahun 2020, 51动漫 ditargetkan menjadi bagian dari 500 besar kampus kelas dunia versi QS World Class University Rangkings (QS WUR). Untuk itu, guna meningkatkan peringkat dan memenuhi target tersebut, UNAIR mengundang pihak QS WUR untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam dan detil mengenai penilaian pemeringkatan lembaga bergengsi itu.

Hadir langsung dalam acara tersebut Rektor UNAIR Prof. Moh. Nasih bersama jajaran pimpinan fakultas, unit, dan lembaga di lingkungan UNAIR. Dalam sambutannya, Prof. Nasih mengatakan bahwa momen tersebut adalah momen yang sangat penting. Mengingat, imbuhnya, kondisi peringkat UNAIR versi QS WUR UNAIR masih cukup jauh dari target yakni menjadi 500 dunia pada tahun 2020.

“Untuk itu, kita harus memanfaatkan momen ini untuk mengejar target. Setidaknya kita bisa masuk dalam 600 dunia pada tahun 2019 dan mencapai tujuan kita menjadi 500 dunia pada tahun 2020,” terangnya.

Selanjutnya, Prof. Nasih juga kembali mengingatkan bahwa hingga saat ini UNAIR dan seluruh pihak sudah bekerja dengan sebaik-baiknya. Meski demikian, posisi UNAIR pada tahun 2018 masih berada dalam peringkat 750+.

“Saya harap pada pertemuan ini bisa memberikan rekomendasi untuk mancapai target dan menjadi kampus 500 dunia,” jelasnya. “Dan tentunya kelak kita semua bisa mencapai pada target-target selanjutnya,” imbuhnya.

Dipandu langsung oleh Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UNAIR Prof. Badir Munir Sukoco, Ph.D., pertemuan itu menghadirkan E Way Chong selaku Regional Manager QS WUR. Dalam kesempatan itu, ia memberikan pemaparan seputar komponen penilaian dan cara mengoptimalkan berbagai aspek yang dinilai oleh QS WUR.

“Dalam hal ini, pentingnya memahami tahapan dan proses dalam menuju target,” tandasnya.

Pemeringkatan QS WUR dinilai dalam beberapa aspek, menurutnya, mulai dari academic reputation, faculty student, scopus, employer reputation, international faculty, dan international student. Semua itu, tandasnya, memiliki persentase yang berbeda.

“Yang tertinggi yakni academic reputation sebesar 40%, faculty student 20%, scopus 20%, employer reputation 10%, international faculty 5%, international student 5%,” jelasnya.

Selanjutnya, regional manager yang berkududukan di Kuala Lumpur, Malaysia itu juga menjelaskan bahwa selain meningkatkan beberapa indikator tersebut dalam meningkatkan peringkat di kancah global, langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh UNAIR adalah meningkatkan citation per paper H index.

“Karena hal itu juga menjadi salah satu subyek pembobotan yang penting,” ungkapnya. “Kemudian, pertukaran pelajar atau staf, internasional riset network, student inbound juga menjadi indikator utama,” imbuhnya.

Pada akhir, sebelum masuk sesi diskusi, E Way Chong memberikan paparan mengenai keunggulan QS WUR sebagai suatu lembaga pemeringkatan bergengsi di dunia. Ia juga menunjukkan beberapa data dan keunggulan media impact QS WUR dalam beberapa negara di dunia.

Penulis: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT