UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) melalui Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) menggelar Pelatihan Reviewer Penelitian Internal sebagai bagian dari rangkaian DRI Week 2026. Acara yang berlangsung pada Rabu (15/4/2026) ini berfokus pada penguatan kapasitas reviewer dalam mengawal tata kelola dana penelitian. Khususnya dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) tahun 2026.
Bertempat di Hall Bima Suci, Gedung Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C, acara ini menghadirkan pakar akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis () UNAIR, Prof Dr Zaenal Fanani SE MSA AK CA ACPA. Dalam pemaparannya, Prof Zaenal menekankan bahwa pengelolaan dana penelitian harus berpijak pada empat pilar utama. Yakni perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban.
Standar Biaya Masukan dan Efisiensi
Dalam sesi bertajuk Bagaimana Menyusun RAB, Prof Zaenal menjelaskan bahwa penyusunan anggaran tahun 2026 harus mengacu pada regulasi terbaru. Yakni Peraturan Rektor No 48 Tahun 2025 dan PMK No 32 Tahun 2025 tentang Standar Biaya Masukan (SBM). Ia mengingatkan para peneliti untuk memahami konsep harga at cost.

淧enyusunan RAB bukan sekadar mencantumkan angka, melainkan harus mencerminkan biaya nyata tanpa adanya mark-up. Peneliti harus mampu membedakan biaya langsung seperti bahan baku dan tenaga kerja, dengan biaya tidak langsung seperti overhead produksi, jelas dosen Departemen Akuntansi tersebut.
Lebih lanjut, Prof Zaenal merinci komponen yang diperbolehkan dalam skema Airlangga Research Fund 2026. Meliputi biaya bahan, sewa peralatan, pengumpulan data, analisis data, hingga pelaporan dan luaran wajib. Ia juga menegaskan bahwa dalam skema ini tidak terdapat komponen honorarium bagi ketua maupun anggota peneliti guna menjaga integritas dan fokus pada keberlanjutan riset.
Integritas dalam Pelaporan dan Pertanggungjawaban
Selain aspek perencanaan, Prof Zaenal menekankan bahwa tahap pelaporan dan pertanggungjawaban adalah muara dari integritas seorang peneliti. Dalam skema tahun 2026, peneliti memiliki kewajiban mutlak untuk menyampaikan laporan kemajuan dan laporan akhir yang sinkron dengan capaian luaran yang dijanjikan. Seluruh proses ini kini telah bertransformasi sepenuhnya ke arah digital melalui laman . Guna menjamin transparansi serta memudahkan monitoring dan evaluasi secara real-time.听
淧ertanggungjawaban yang baik adalah cermin dari riset yang berkualitas dan berintegritas. Kita tidak hanya bicara soal angka, tetapi soal tanggung jawab moral terhadap dana publik. Dengan mengikuti panduan operasional dan memanfaatkan sistem Amerta secara optimal, kita memastikan bahwa setiap rupiah dana penelitian benar-benar terkonversi menjadi manfaat nyata bagi kemajuan nusa dan bangsa, tegas Prof Zaenal di hadapan para reviewer.
Kegiatan pelatihan tersebut harapannya dapat menyamakan persepsi antara peneliti dan reviewer. Sehingga proses seleksi proposal penelitian internal UNAIR tahun 2026 dapat berjalan lebih objektif, kompetitif, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra
Editor: Yulia Rohmawati





