51动漫

51动漫 Official Website

Perlakuan Asam Salisilat Menyebabkan Perubahan Morfologi, Kandungan Klorofil, dan Sifat Fitokimia pada Dua Genotipe Padi

Persawahan (Foto: Generated image)

Produksi beras sangat penting bagi ketahanan pangan, namun terus terancam oleh serangan hama yang dapat menurunkan hasil panen secara drastis. Upaya pengendalian dilakukan melalui pengembangan varietas padi tahan hama, meskipun masih terkendala oleh evolusi biotipe hama dan terbatasnya sumber genetik. Tanaman padi memiliki mekanisme pertahanan alami berbasis asam salisilat (SA), yang dapat diperkuat menggunakan elisitor untuk meningkatkan metabolit sekunder dan respons pertahanan. Penggunaan SA eksogen terbukti efektif dan ramah lingkungan, serta dapat memperkuat proses fisiologis penting seperti pertumbuhan, pembentukan anakan, dan peningkatan produktivitas.

Penelitian ini memanfaatkan dua genotipe padi hasil pemuliaan sebelumnya genotipe A (Situbagendit 脳 Cibogo3) dan genotipe B (Situbagendit 脳 Ciherang8) yang memiliki karakter agronomi unggul, namun ketahanannya terhadap hama belum diketahui. Melalui pengamatan morfofisiologi, fitokimia, dan agronomi setelah elisitasi SA, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi galur unggul yang memiliki ketahanan hama dan produktivitas tinggi, sehingga dapat mendukung pencapaian ketahanan pangan padi.

            Penelitian ini dilaksanakan pada Maret揘ovember 2024 menggunakan dua genotipe padi generasi keempat (F4) yang ditumbuhkan secara in vitro dengan elisitasi asam salisilat pada berbagai konsentrasi, kemudian diaklimatisasi dan dipelihara hingga fase vegetatif dan generatif. Berbagai analisis dilakukan, termasuk pengukuran klorofil, kadar asam salisilat endogen menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC), serta pengamatan karakter agronomi seperti tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, dan gabah berisi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, ANOVA dua arah, uji Least Significant Difference (LSD), analisis efek perlakuan dengan Partial Eta Squared, dan korelasi Pearson untuk menentukan pengaruh elisitasi SA terhadap karakter morfofisiologi, fitokimia, dan agronomi kedua genotipe padi.

            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa genotipe B memiliki ketahanan dan produktivitas yang lebih baik dibandingkan genotipe A, ditandai dengan kandungan klorofil yang lebih tinggi, kadar asam salisilat alami yang lebih besar, serta jumlah anakan dan gabah berisi yang lebih banyak. Dosis asam salisilat 2 mg per liter terbukti paling efektif meningkatkan performa genotipe B, sementara dosis yang terlalu rendah atau tinggi tidak memberikan hasil optimal. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi faktor genetik dan perlakuan yang tepat sangat penting untuk menghasilkan padi yang lebih kuat dan produktif, serta berpotensi mendukung pengembangan varietas unggul bagi ketahanan pangan.

Penulis: Amira Farah Rasyidah, S.Gz, Dietisien dan Dr. Farapti, dr., M.Gizi

Detail penelitian bisa diakses di:

AKSES CEPAT