51动漫

51动漫 Official Website

Dua Faktor Menjadi Penentu Berat Badan Lahir Bayi

Ilustrasi bayi ditimbang (Foto: Generated image)

Berat badan bayi saat lahir adalah hal yang terkadang kita anggap remeh. Dilansir dari badan Kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2019, masalah berat badan lahir rendah (BBLR) menyumbang 60 hingga 80 persen dari seluruh kematian bayi baru lahir. Lebih mengkhawatirkan lagi, bayi dengan BBLR memiliki risiko kematian 20 kali lebih tinggi dibandingkan bayi dengan berat normal. Ini bukan sekadar statistik, melainkan realitas yang menyentuh ribuan keluarga di berbagai negara di belahan dunia.

Penelitian telah dilakukan oleh Aswitami dkk., melalui meta-analisis dan systematic review, dan dimuat dalam Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences tahun 2025. Penelitian tersebut berupaya mengungkap hubungan antara perawatan kehamilan (antenatal care/ANC) dan lingkar lengan atas (LILA) dengan kejadian BBLR. Temuannya, ada dua faktor utama yang secara signifikan mempengaruhi risiko BBLR. Pertama adalah perawatan kehamilan (antenatal care/ANC) yang dilakukan ibu hamil. Kedua adalah status gizi ibu, yang diukur melalui LILA. Kedua faktor ini ternyata memiliki hubungan yang kuat dan terbukti secara ilmiah dengan kejadian BBLR.

Secara detil, disebutkan bahwa bu hamil yang tidak melakukan perawatan kehamilan secara teratur berisiko 3,51 kali lipat melahirkan bayi dengan BBLR. Sementara itu, ibu hamil dengan LILA kurang dari 23,5 cm berisiko 6,06 kali lipat melahirkan bayi BBLR. Dengan demikian, kedua faktor tersebut berpengaruh signifikan dalam mencegah BBLR, namun status gizi ibu hamil memiliki dampak yang lebih besar dalam mencegah BBLR dibandingkan frekuensi pemeriksaan kehamilan.

Lebih jauh, ibu yang melakukan kurang dari empat kali kunjungan ANC berada dalam kategori risiko tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pemeriksaan kehamilan yang rutin sangat penting untuk memantau kesehatan ibu dan perkembangan janin. Sementara itu, status gizi ibu juga menjadi penentu krusial. LILA adalah indikator sederhana namun efektif untuk mengukur cadangan energi dan lemak dalam tubuh, sehingga mencerminkan status gizi ibu hamil secara umum.

Penelitian ini menegaskan bahwa pencegahan BBLR dapat dilakukan dengan memastikan ibu hamil mendapatkan perawatan kehamilan yang memadai dan asupan gizi yang cukup selama kehamilan. Dengan demikian, setiap ibu hamil perlu menjalani kunjungan ANC rutin dan memastikan status gizinya terjaga dengan baik. Ini adalah investasi terbaik untuk kesehatan dan masa depan generasi penerus kita.

Penulis: Siti Rahayu Nadhiroh,

Detail penelitian bisa diakses di: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/the-impact-of-antenatal-care-and-mothers-mid-upper-arm-circumfere/

Ni Gusti Ayu Pramita Aswitami, Siti Rahayu Nadhiroh, Fatimah Ahmad Fauzi, Rizky Novita Anjaswanti, Elfira Elfiyanti. 2025. The Impact of Antenatal Care and Mother’s Mid-upper Arm Circumference on Low-Birth-Weight Incidence: A Meta-analysis and Systematic Review. Mal J Med Health Sci 21(SUPP7): 190-198, Sept 2025.

AKSES CEPAT