Danau Toba terletak di Provinsi Sumatera Utara yang beriklim tropis, dikelilingi oleh 7 kabupaten. Salah satu kabupaten tersebut adalah Kabupaten Toba Samosir yang beribukota di Kecamatan Pangururan. Karena sumber daya ikan yang melimpah, masyarakat yang tinggal di Kecamatan Pangururan memanfaatkan Danau Toba untuk kegiatan penangkapan ikan dengan cara penyelaman tradisional. Berdasarkan penelitian sebelumnya, sumber daya laut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menangkap ikan, teripang, lobster, dan spesies lainnya dengan menyelam pada kedalaman 5 hingga 30 meter.1 Penyakit dan kecelakaan di kalangan nelayan tradisional dan penyelam sering terjadi, dengan kejadian gangguan pendengaran menjadi sangat bermasalah di 11,3%.
Dalam studi ini, kami memeriksa karakteristik masalah kesehatan yang terkait dengan penyelam tradisional (N = 10) sehingga dapat memberikan pencegahan dan intervensi yang responsif bagi orang-orang yang terlibat dalam pekerjaan informal ini. Metode: Untuk penelitian kualitatif ini kami menggunakan desain fenomenologis. Kami melakukan analisis data dengan 2 cara: (1) kami memetakan tanggapan peserta kami terhadap pertanyaan wawancara, dan (2) kami menerapkan perangkat lunak ATLAS.Ti22 untuk deskripsi analitik. Hasil: Keluhan kram otot dirasakan oleh 4 partisipan yang mengkonsumsi air putih < 2 liter per hari, 2 orang dengan indeks massa tubuh (IMT) kategori obesitas, dan 1 orang penyelam yang kelebihan berat badan. Keluhan telinga berhubungan dengan kedalaman menyelam, durasi menyelam, merokok, dan BMI. Keluhan otot berhubungan dengan konsumsi air, kedalaman menyelam, dan BMI adalah 0,22. Pendidikan, pengawasan, dan inisiatif kebijakan diperlukan untuk meminimalkan dampak kesehatan negatif dari penyelaman tradisional.
Penulis: Tri Niswati Utami, Dewi Agustina, Noeroel Widajati
Jurnal:





