Penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 membutuhkan pengobatan jangka panjang. Bahkan bukan hanya periode pengobatannya saja yang panjang, penderita DM juga kerapkali mengonsumsi beberapa obat sekaligus untuk mencegah komplikasi. Kondisi yang lazim disebut sebagai polifarmasi ini membuat penderita DM rentan mengalami permasalahan terkait obat (drug related problem, DRP).
Permasalahan terkait obat (DRP) adalah kondisi dalam penatalaksanaan suatu terapi yang menyebabkan atau berpotensi menyebabkan tidak tercapainya hasil terapi yang optimal. Terdapat enam jenis DRP menurut Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE), antara lain: 1. Reaksi efek samping (pasien mengalami efek samping obat), 2. Pemilihan obat (pasien mendapatkan obat yang salah atau tidak mendapatkan obat sama sekali), 3. Dosis obat (pasien mendapat obat dengan dosis terlalu rendah / underdose atau terlampau tinggi / overdose), 4. Penggunaan obat (pasien salah menggunakan obat), 5. Interaksi obat (obat berinteraksi dengan senyawa lainnya) dan 6. Lain-lain (termasuk didalamnya ketidakpatuhan pengobatan).
DRP dapat menjadi faktor penyebab kegagalan terapi pada pasien DM tipe 2. Problem DRP menjadi lebih pelik pada kasus pasien rawat inap. Hal ini disebabkan kondisi polifarmasi. Oleh karena itu peneliti dari Fakultas Farmasi 51动漫 (FFUA) bekerjasama dengan peneliti dari Malaysia dan Brunei Darussalam melakukan telaah terkait prevalensi dan karakteristik DRP pada pasien yang menjalani rawat inap di rumah sakit.
Dari total 939 artikel yang diperiksa di database Scopus, PubMed, Google Scholar, Web of Science dan Cochrane Library, terdapat 20 artikel yang memenuhi kriteria untuk ditelaah lebih lanjut. Hasil telaah menunjukkan bahwa prevalensi DRP berkisar antara 7% s/d 94% pada kasus pasien DM tipe 2 rawat inap. Empat besar jenis DRP yang paling banyak terjadi adalah interaksi obat dengan obat, reaksi efek samping obat, problem efektivitas pengobatan dan penggunaan obat yang tidak tepat. Dari telaah juga diketahui bahwa DRP banyak terjadi pada penggunaan obat antidiabetes, antihipertensi, antiplatelet dan antibiotik. Faktor penyebab yang dapat diidentifikasi adalah penyakit komorbid pada pasien terutama hipertensi, jumlah obat-obatan yang dikonsumsi pasien dan polifarmasi.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kejadian DRP pada pasien DM tipe 2 yang dirawat inap cukup tinggi. Oleh karena itu diperlukan deteksi dini dan asuhan kefarmasian yang tepat untuk mencegah dan mengatasi kasus DRP tersebut.
Penulis: Andi Hermansyah, S.Farm., Apt., M.Sc., Ph.D.
Link:
Baca juga: Pengaruh Diabetes Melitus pada Setiap Fase Penyembuhan Soket Pencabutan Gigi





