UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) tak henti-hentinya menunjukkan dedikasi dalam bidang penelitian dan pendidikan tinggi. Salah satunya hadir Karno Dwi Joyoutomo, mahasiswa fast track Magister-Doktor Ilmu Ekonomi dengan IPK 4.00. Melalui disertasinya, ia berhasil mengembangkan model integrasi ekonomi transportasi peti kemas di Pulau Jawa.
Topik ini merupakan yang pertama di Indonesia karena mengolaborasikan dua ranah keilmuan berbeda. Yaitu transportasi peti kemas dan ekonomi makro secara teoritis dan praktis. Hal itu sukses mengantarkannya meraih gelar Doktor dalam sidang terbuka pada Senin (17/2/2025).
Mengenal Model Integrasi Ekonomi-Transportasi
Karno menuturkan, disertasinya bertujuan untuk menghitung dan menganalisis efisiensi biaya yang paling optimum menggunakan model integrasi-ekonomi pada kasus peti kemas. Ia tertarik mengangkat judul tersebut sebab masih jarangnya studi terkait model integrasi di Indonesia.
淪ekalipun meneliti dari jurnal-jurnal, sangat sulit untuk menjumpai literaturnya, ujarnya dalam wawancara bersama UNAIR NEWS. Inovasi ini membuka jalan bagi penelitian model integratif di tanah air.
Dalam penelitiannya, Karno menggunakan metode kuantitatif. Mulanya, ia menyusun model efisiensi biaya dengan Stochastic Frontier Analysis (SFA) untuk menangkap parameter-parameter dari perilaku mikro secara stokastik. Lalu, ia mengoptimasi model secara deterministik menggunakan linear programming.
淪etelahnya dianalisis secara makro menggunakan nilai tambah bruto, inflasi, penyerapan produktivitas tenaga kerja, dan keseimbangan neraca, jelasnya.
Hasilnya, ia menemukan bahwa moda transportasi penghubung seperti kapal, truk, dan kereta api dapat dilakukan efisiensi biaya lebih besar. 淪edangkan pelabuhan yang bukan transportasi penghubung, melainkan simpul yang tidak berpindah, tidak dapat dilakukan efisiensi sebesar model transportasi penghubung tadi (karena tidak mempertimbangkan jarak, Red.), papar Karno.
Tantangan dan Dedikasi Karno
Menyusun model yang kompleks bukanlah perkara mudah. Karno mengaku membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun untuk menuntaskan disertasinya. Selain tinjauan literatur yang minim, menghubungkan antar literatur untuk membangun model menjadi tantangan tersendiri. 淪elain itu, ketersediaan dan keterbukaan data dari perusahaan sangat sulit diperoleh, imbuhnya.
Meski demikian, dukungan keluarga dan tekad kuat dalam menuntut ilmu sukses memotivasi Karno untuk terus melaju. 淯ntuk menyelesaikan studi harus disiplin. Suka nggak suka dan mau nggak mau harus tetap dikerjakan, pesannya.
Terkait implementasi, Karno menjelaskan pentingnya seluruh stakeholder yang mencakup pelaku usaha dan pemerintah untuk bersinergi guna meraih global optimum. Transparansi melalui digitalisasi juga menjadi hal krusial untuk memudahkan pemantauan oleh seluruh pihak.
Penelitian ini memiliki kemungkinan ekspansi lingkup dan sektor transportasi non peti kemas, maupun sektor transportasi lain. Harapannya, penelitian Karno dapat menjadi fondasi bagi transformasi efisiensi di sektor transportasi di masa mendatang.
Penulis: Zahwa Sabiila Ilman Ramadhani
Editor: Khefti Al Mawalia





