Kesadaran akan perubahan iklim masyarakat dinilai semakin meningkat, namun adanya emisi gas rumah kaca dan polutan lainnya dari penggunaan bahan bakar fosil, proses industri, transportasi, dan aktivitas manusia masih cukup tinggi. Pada tahun 2022, International Energy Agency melaporkan rekor emisi CO2 dunia sebesar 36,8 gigaton, naik 0,9% dari tahun sebelumnya, didorong oleh pertumbuhan ekonomi global dan permintaan energi. Saat ini, emisi karbon menjadi kajian intensif yang mengungkap adanya ancaman terhadap kualitas lingkungan di negara-negara berkembang seperti India, Meksiko, Malaysia, BRICS, dan negara-negara Asia Selatan karena pertumbuhan ekonomi, perdagangan global, peningkatan populasi, dan sumber daya tak terbarukan.
Pada tahun 2019, Meksiko merupakan negara dengan perekonomian terbesar kedua di Amerika Latin dan peringkat kelima belas secara global. Sektor industri dan jasa Meksiko sangat bergantung pada bahan bakar fosil. ketergantungan pada bahan bakar fosil telah menyebabkan salah satu jaringan listrik paling tercemar di kawasan ini dan konsumsi energi tahunan tertinggi di Amerika Latin. Pertumbuhan ekonomi, urbanisasi, dan pengembangan pariwisata yang pesat di Meksiko didorong oleh intensifnya penggunaan energi bahan bakar fosil, menyebabkan peningkatan emisi CO2 yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Meski begitu, berdasarkan regulasi pada General Climate Change Law Meksiko berkomitmen untuk mengurangi emisi dengan memproduksi 35% listriknya dari sumber-sumber ramah lingkungan pada tahun 2024. Komitmen Meksiko terhadap pengurangan emisi juga semakin meningkat pasca Perjanjian Paris.
Berbagai negara telah banyak mengeksplorasi hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan dampak lingkungan. Beberapa peneliti menemukan bahwa pembangunan ekonomi berhubungan negatif dengan penurunan faktor kapasitas beban. Sebaliknya, peneliti juga menemukan korelasi positif jangka pendek antara keduanya pertumbuhan ekonomi dan faktor kapasitas beban, namun bergeser ke korelasi negatif di jangka panjang. Tantangan umum lainnya yang dialami oleh negara-negara berkembang adalah pesatnya pertumbuhan urbanisasi. Beberapa peneliti menemukan bahwa ketika kota berkembang, faktor kapasitas muatannya berkurang dan meningkatkan permasalaha ekologis. Hal tersebut terjadi karena terjadi banyaknya permintaan energi. Di sisi lain, beberapa penelitian justru menemukan bahwa peningkatan urbanisasi dapat meningkatkan kualitas lingkungan melalui peningkatan penggunaan energy berkelanjutan.
Faktor konsumsi energi, dinilai memiliki dampak negatif terhadap kualitas lingkungan dengan meningkatkan permasalahan ekologis dan meningkatkan factor kapasitas beban. Khususnya sumber daya tak terbarukan, dinilai berdampak buruk pada faktor kapasitas beban sehingga menyebabkan degradasi ekologi. Selanjutnya, factor keuangan global juga memiliki peran terhadap permasalahan ekologis, dimana Foreign Direct Investment (FDI) dapat meningkatkan ekspansi ekonomi dan konsumsi energi, sehingga berpotensi merusak lingkungan. Di sisi lain, terdapat pendapat yang bertentangan bahwa dengan adanya FDI akan membantu negara dalam akses teknologi ramah lingkungan, efisiensi energy, dan menurunkan emisi CO2.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pesatnya pertumbuhan perekonomian Meksiko telah menjadikannya negara berkembang yang parah masalah ekologi. GDP memiliki pengaruh negatif terhadap kapasitas beban di Meksiko, Pembuat kebijakan di Meksiko harus fokus pada mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan hemat sumber daya. Daripada hanya mengejar indikator ekonomi tradisional, penekanannya harus pada hal ini pembangunan inklusif, memprioritaskan efisiensi energi dan teknologi bersih. Mendorong investasi di sektor ramah lingkungan, mendorong inovasi, dan mendukung adopsi bisnis praktik berkelanjutan.
Konsumsi bahan bakar fosil memiliki pengaruh negatif terhadap lingkungan dan kapasitas beban, sehingga Meksiko harus memprioritaskan kebijakan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil untuk energi. Menerapkan langkah-langkah transisi menuju energi yang lebih bersih dan terbarukan sumber daya alam akan memitigasi dampak lingkungan, meningkatkan keamanan energi, dan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan ketegangan pada jaringan listrik.
Keberlanjutan energy berpengaruh meningkatkan kapasitas beban Meksiko dan meningkatkan kualitas lingkungan, Prioritas Meksiko adalah merumuskan kebijakan untuk mempercepat penerapan dan integrasi sumber energi terbarukan. langkah-langkah pendukung seperti feed-in tariff, insentif pajak, dan hibah, sehingga mendorong investasi dalam proyek-proyek energi ramah lingkungan.
Mexico juga diharapkan memprioritaskan daya tarik FDI pada sektor ketenagalistrikan, khususnya pada proyek mempromosikan energi terbarukan dan efisiensi energi, menjadi hal yang sangat penting. Memfasilitasi aliran modal dan membina kemitraan internasional akan mempercepat penerapan teknologi maju dan praktik terbaik manajemen energi. Terakhir, urbanisasi jelas menunjukkan hubungan yang negatif terhadap degradasi ekologi Meksiko sehingga para pembuat kebijakan di Meksiko harus memprioritaskan perencanaan kota yang berkelanjutan dan cerdas untuk mengurangi beban pada jaringan listrik.
Penulis: Miguel Angel Esquivias
Jurnal: The Dynamic Impacts of Economic Growth, Financial Globalization, Fossil Fuel, Renewable Energy, and Urbanization on Load Capacity Factor in Mexico





