˜Anaphylactic shock™ merupakan kondisi kegawatan darutatan, yang dapat berujung pada kecacatan atau kematian, waktunya mendesak, kalau tidak segera dilakukan tindakan atau usahapenanganan atau pertolongan yang tepat dan cepat.
Etiologi atau penyebab yang dapat memicu terjadinya reaksi ˜anaphylactic shock™ ada bermacam “ macam. Berbagai bahan sintetik buatan manusia melalui hasil industri obat seperti obat antibiotik dan sebagainya, serta bahan yang dihasilkan oleh alam, seperti serbuk sari bunga “ bunga tanaman tertentu, juga bisa beracun dari beberapa macam hewan, baik melalui gigitan atau melalui sengatan, dan cara yang lain.
Sudah banyak dilakukan usaha “ usaha untuk mencari solusi masalah ini, dengan berbagai macam penelitian dan pencarian informasi pengalaman yang sudah dilakukan atau terjadi di daerah “ daerah di berbagai pelosok ataupun di negara lain.
Obat atau bahan yang sudah dihasilkan dan dipakai selama ini, seperti untuk tindakan awal dengan penyuntikan obat cair tertentu.
Selain ituada yang juga sudah ditemukan dan beberapa sudah dipakai di dunia medis, adalah berbagai anti bisa racun dari ular.
Walaupun sudah ada berbagai macam produk obat anti atau standar protokol tindakan penanganan terhadap kejadian ˜anaphylactic shock™, tetapi yang terbaik adalah usaha “ usaha mencegah untuk tidak terjadi peristiwa tersebut.
Peristiwa ˜anaphylactic shock™ yang mematikan tersebut dapat terjadi karena adanya kondisi mendadak dari fungsi vital organ penting tubuh yang menurun cepat dalam waktu pendek atau bahkan menghilang tiba “ tiba, yang menyebabkan perang organ pusat pengendalian tubuh, yaitu otak dan saraf menurun atau hilang segera setelah reaksi tersebut terjadi.
Sehingga peristiwa tersebut, ditandai dengan menurunnya kesadaran atau orang yang mengalami ˜anaphylactic shock™ tersebut tiba “ tiba tidak sadar atau pingsan.
Dalam tubuh, salah satu organ terpenting dalam tubuh yang terimbas dan terdampak dalam hal ini, adalah paru. Organ ini sangat menentukan fungsinya untuk tetap berlangsungnya kehidupan manusia, yaitu dengan menyerap dan mengalirkan suplai udara pernafasan, termasuk oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke organ otak dan saraf.
Marker atau petanda di organ paru secara makroskopis, mikroskopis, dan molekuler sangat dibutuhkan untuk diagnostik yang tepat maupun kepentingan lain termasuk kasus “ kasus di bidang forensik.
Pemeriksaan ekspresi protein B-Tryptase dan Chymase sebagai petanda molekuler pada sel jantung, adalah jawaban yang tepat .
Penulis: Dr. H. Imam Susilo, dr., Sp.PA.
Jurnal: EXPRESSION OF B-TRYPTASE AND CHYMASE OF LUNG MAST CELLS THROUGH HISTOPATHOLOGICAL APPEARANCE AT POST MORTEM INTERVAL DUE TO ANAPHYLACTIC SHOCK





