51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Phlegmon Dasar Mulut

Phlegmon Dasar Mulut
Sumber: Orami

Phlegmon dasar mulut atau Ludwig`s Angina adalah suatu infeksi berupa Ìýbentukan suatu selulitis yang terjadi pada daerah di antara bawah lidah Ìýhingga dagu. Peradangan jaringan lunak ini dapat meluas hingga rongga di daerah leher dalam, bahkan hingga masuk ke rongga dada. Gangguan yang terjadi di rongga dada dapat menyebabkan gangguan pernafasan, infeksi tubuh yang berat dan peradangan yang dapat mempengaruhi jantung. Asal infeksi ini dari peradangan akar gigi molar bawah. Proses peradangan yang terjadi ini menghasilkan suatu produk jaringan mati berupa nanah yang jumlah bertambah banyak, yang mencari rongga yang ada di daerah dasar mulut. Faktor dari tubuh sendiri adanya penyakit kencing manis, karies gigi, gizi kurang, status dari imun pasien yang menurun menyebabkan proses infeksi yang makin meningkat. Infeksi yang timbul di daerah dasar mulut ini, berdekatan dengan struktur penting, yaitu jalan nafas. Proses pembengkakan ini menekan jalan nafas, dapat juga terjadinya rembesan melalui mukosa gusi ke rongga mulut yang mengalir ke saluran pernafasan. GigiÌý molar kedua dan ketiga rahang bawah sebagai sumber infeksi, mempunyai akar gigi yang berdekatan dengan ruang submandibula, sublingual, dan submental. Akar gigi ini berada di bawah insersi otot milohyoid sehingga berhubungan dengan ruang submandibular.

Beberapa faktor resiko yang menyebabkan phlegmon ini, adanya infeksi akar gigi dari gigi molar kedua dan ketiga, adanya tindakan di daerah rongga mulut, gangguan imunitas / kekebalan, malnutrisi, kencing manis, trauma mulut dan gigi.  Infeksi dimulai di kantong subgingiva lalu meluas ke otot-otot dasar mulut. Infeksi disertai nanah yang banyak, menimbulkan tekanan di ruang yang terbatas, memungkinkan infeksi memasuki ruang submylohyoid. Selanjutnya infeksi menyebar ke posterior dan superior, menuju ke ruang sublingual dan submandibular. Bila infeksi berlanjut dengan kondisi anaerob maka infeksi meluas ke leher dan masuk ke dalam rongga dada dengan segala komplikasi.

Diagnosis Phlegmon didasarkan dari riwayat sakit dari pasien dan pemeriksaan klinis. Adanya riwayat penyakit pencabutan gigi, kebersihan mulut yang buruk, dan sakit gigi. CT scan pada daerah leher dapat menilai perluasan dari nanah ini di daerah mana saja terjadinya peluasan dari nanah tersebut, bahkan apabila ada tanda peradangan di rongga dada dapat dilakukan CT scan rongga dada.

Tata laksana awal diberikan medikamentosa, sambil perbaikan kondisi pasien dan persiapan ruang operasi. Tatalaksana berupa pemberian cairan elektrolit dan
pemberian antibiotik spektrum luas terhadap mikroba aerobik dan anaerob. Tindakan bedah berupa pembersihan Ìýjaringan nekrotik dan drainase cairan pus. Tindakan bedah ini untuk mencegah perluasan dari nanah yang ada, mengambil kultur dari nanah tersebut untuk pembiakan mikroba dan sensitifitas antibiotika. Penanganan multi disiplin ilmu dengan sejawat dokter gigi, sejawat dokter internist dan kardiologist untuk penanganan yang adekuat. Apabila ditemukan sumber infeksi dari akar gigi, maka memerlukan tindakan pada gigi tersebut, penanganan gangguan kadar gula, adanya hipertensi juga memerlukan tindakan dan monitoring.

Phlegmon dasar mulut disertai hipertensi dan diabetes, mempengaruhi proses penanganan pada pasien ini, Proses penyembuhan luka yang lama, mempengaruhi lama rawat inap, juga meningkatkan pembiayaan perawatan. Apabila komorbid ini diketahui lebih awal, penanganan komorbid juga segera ditangani, Pada penelitian yang sudah dilakukan, komorbid ini tidak mempengaruhi lama perawatan secara bermakna, karena penanganan phlegmon ini dari awal juga mencari komorbid diabetes dan hipertensi sehingga penanganan komormid ini sudah dimulai dini.  

Penulis: DR. Dr. Marjono Dwi Wibowo SpB (K)

Judul Jurnal : The impact of concurrent diabetes mellitus and hypertension on hospital length of stay in patients with phlegmon: A cross-sectional study at rsud dr. Soetomo Surabaya

Link:Ìý

Baca juga:

AKSES CEPAT