51动漫

51动漫 Official Website

Polifenol Ekstrak Teh Hijau Dalam Diluter Dapat Meningkatkan Kualitas Semen Beku Sapi Bali

Foto by Kumparan

Sapi Bali yang merupakan sapi asli Indonesia hasil domestikasi Banteng, merupakan salah satu populasi terbanyak sapi potong yang dipelihara peternak karena persentase karkas yang tinggi dan adaptif terhadap lingkungan tropis Indonesia. Balai Besar Inseminasi Buatan sebagai balai pemerintahan penghasil semen beku juga memelihara penjatan unggul sapi Bali untuk diproduksi semen bekunya untuk memenuhi kebutuhan semen beku dalam kawin suntik atau inseminasi buatan. Proses pembuatan semen beku membutuhkan waktu yang panjang dan dapat menyebabkan stres berat bagi kehidupan spermatozoa. Proses pengolahan semen beku banyak berhubungan dengan udara luar yang mengandung banyak oksigen, sehingga hal tersebut akan mempercepat metabolisme serta dapat menimbulkan reaksi peroksidasi lipid yang menyebabkan rusaknya membran plasma spermatozoa. Kerusakan seperti ini biasanya disebabkan oleh terbentuknya radikal bebas yang merupakan produk dari metabolisme spermatozoa itu sendiri. Penurunan kualitas spermatozoa pada semen beku dapat terjadi akibat stress oksidatif yang meningkatkan jumlah radikal bebas dan dapat membahayakan motilitas spermatozoa untuk bergerak, sehingga tidak dapat membuahi sel telur. Kualitas semen beku untuk IB setidaknya harus memenuhi standar post thawing motility (PTM) sebesar 40%.

Penambahan zat antioksidan pada diluter dapat mencegah aktivitas radikal bebas terhadap kerusakan membran sel spermatozoa yang berpengaruh terhadap viabilitas dan fertilitas, serta berperan sebagai sumber energi untuk mempertahankan motilitas spermatozoa. Teh hijau (Camellia sinensis) sebagai tanaman herbal dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas antioksidan alami dengan cukup kuat, diperoleh dari proses pengolahan daun. Senyawa utama yang berpengaruh terhadap mutu daun teh hijau yaitu katekin. Katekin pada teh hijau memiliki kemampuan 100 kali lebih efektif untuk menetralisir radikal bebas daripada vitamin C dan 25 kali lebih kuat dari vitamin E. Aktivitas antioksidan turunan dari katekin adalah epigallokatekin-3-gallat (EGCG) dianggap sebagai senyawa bioaktif paling menjanjikan dalam teh hijau karena aktivitas antioksidannya yang kuat (Silva et al., 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak the hijau dalam diluter tris kuning telur terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa sapi Bali setelah pembekuan. Lebih lengkap dan jelas mengenai hasil penelitian ini bisa diakses melalui link dibawah ini:

Penulis: Ani Wijayanti, Tri Wahyu Suprayogi, Ragil Angga Prastiya, Tatik Hernawati, Trilas Sardjito, Amung Logam Saputro, Anny Amaliya, Deny Sulistyowati Link:

AKSES CEPAT