Humas FH (06/03/2025) | Pada Rabu (05/03/2025) FH UNAIR menerima kunjungan dari Universitas Teknologi Surabaya (UTS). Kunjungan ini bertujuan untuk peningkatan kualitas kurikulum dari UTS dalam memberikan pendidikan hukum. Tim benchmarking UTS terdiri dari Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora, Kaprodi S1 Ilmu Hukum, Tim task force redesain kurikulum.
Perwakilan FH UNAIR yang turut menyambut kedatangan tim UTS diantaranya selaku Dekan, selaku Wakil Dekan I, selaku Wakil Dekan II, dan selaku Ketua Prodi S1. FH UNAIR menyambut dengan baik kedatangan tim UTS untuk bersama mewujudkan pendidikan hukum, khususnya dalam lingkup kota Surabaya.

Dr. Enny menyampaikan bahwa umumnya kurikulum pendidikan yang berlaku di FH UNAIR ada dua macam. Hal ini disebabkan pada saat tertentu kurikulum lama/baru diberlakukan untuk mahasiswa dalam waktu tertentu. Perlu peran aktif antara mahasiswa dengan dosen wali untuk dapat menentukan mata kuliah pada saat menyusun Kartu Rencana Semester (KRS), sehingga menyesuaikan kebutuhan akademik dari mahasiswa.
淧roses menentukan kurikulum yang baru secara prosedural selalu diawali dari fakultas, dengan menghadirkan ataupun masukan dari berbagai pihak, seperti alumni, stakeholder, dan para dosen. Selanjutnya dilakukan pembahasan dalam forum Badan Pertimbangan Fakultas (BPF) yang anggotanya terdiri dari para guru besar dan pimpinan fakultas, jelasnya.
Baca Juga:
Prof. Iman dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa persaingan Fakultas Hukum khususnya di Perguruan Tinggi swasta wilayah Surabaya sangatlah kompetitif. Perlu ciri khas tersendiri yang harus dimiliki UTS untuk berkembang lebih pesat. Lebih lanjut, UTS dapat berfokus pada hukum yang berkaitan dengan teknologi dan selaras sesuai program yang telah dilaksanakan selama ini. 淧rofil lulusan juga mempengaruhi akreditasi dari suatu perguruan tinggi, sebagai contoh profil lulusan FH UNAIR diantaranya yakni dosen, peneliti, aparat hukum yang meliputi hakim, jaksa, pengacara, TNI, Polri, notaris dan lain sebagainya. Semua lulusan wajib memiliki nilai CPL yang mencakup kriteria sikap, pengetahuan, keterampilan umum dan keterampilan khusus, tutur Dekan FH UNAIR.
Selain berdiskusi berkaitan dengan kurikulum akademik, tim UTS juga mengunjungi ruang moot court yang tersedia di lantai 6 gedung A.G. Pringgodigdo. Melalui ruang moot court yang memadai, memudahkan mahasiswa FH UNAIR melakukan pembelajaran praktek persidangan. Terakhir FH UNAIR bersama tim dari UTS saling bertukar cinderamata sebagai bentuk kenang-kenangan.
Penulis: M. Akmal Syawal
Editor: Masitoh Indriani




