Humas FH (07/03/2025) | Olivia Allika Balqis (2023) dan Putri Ayu Musthikaweni Adhijoso (2023) merupakan dua mahasiswi Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) yang memiliki tekad kuat untuk terus belajar dan meraih prestasi dalam berbagai lomba yang dikelola oleh International Law Student Association Chapter 51动漫 (ILSA CHAPTER UNAIR). Sebulan lalu, Olivia berhasil meraih penghargaan 1st Best Oralist, sedangkan Putri meraih 2nd Best Oralist di ajang kompetisi 66th Philip C. Jessup Indonesia National Round yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia (UI).
Keberhasilan ini bukanlah hasil yang instan, melainkan buah dari proses panjang yang telah ditempuh selama dua tahun berkuliah di Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR). Awalnya, Olivia memulai karir kompetisinya sebagai observer dalam kompetisi The Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot. Ia kemudian menjadi team member dalam Indonesia International Moot Court Competition hingga berhasil meraih 2nd Best Oralist dan Top 5 Applicant Memorials. Sementara itu, Putri mengawali partisipasinya sebagai observer di Foreign Direct Investment International Arbitration. Pada saat itu, timnya berhasil meraih 1st Highest Ranked Team dan 1st Ranked Claimant Memorial. Putri kemudian menjadi observer kembali dalam 65th Philip C. Jessup National Rounds 2024, dimana timnya berhasil mencapai 5th Place in The Advanced Rounds.
Kesuksesan ini tidak lepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh dosen pembimbing, keluarga, dan terutama tim yang luar biasa. Kerja sama tim yang solid, saling mendukung, serta semangat kebersamaan di antara mereka menjadi kunci utama dalam meraih pencapaian ini. Setiap pihak yang terlibat memiliki peran penting dalam perjalanan menuju kesuksesan. Pencapaian ini juga tercermin dari penghargaan lain yang berhasil diraih, yaitu 2nd Best Combined Memorials, 2nd Best Respondent Memorial, 4th Ranked Applicant Memorial, dan Quarter Finalist.
Dalam oral pleading, terdapat beberapa tips dan trik yang dapat membantu meningkatkan kualitas penyampaian argumen. Hal pertama yang harus dikuasai adalah kepercayaan diri, sebagaimana pepatah yang sering dikatakan, “confidence is key.” Seorang oralist yang baik harus memahami argumen yang dibawakan serta menguasai kasus-kasus pendukung yang relevan. Selain itu, penting untuk menghafal moot problem atau fakta-fakta dalam kasus agar tidak terlalu bergantung pada naskah saat berbicara. Selanjutnya, menemukan gaya pleading yang sesuai dengan karakter masing-masing juga menjadi faktor penting. Umumnya, banyak peserta menggunakan default pleading style, yaitu berbicara dengan tempo yang lambat namun tegas. Namun, akan lebih baik jika setiap individu menemukan gaya tersendiri yang paling nyaman dan efektif untuk menyampaikan argumennya.
Baca Juga:
淪isanya teman-teman tinggal adalah konsisten dan komitmen. Setiap latihan bersama tim harus dilakukan dengan rutin dan penuh semangat. Dengan begitu, meskipun jadwal latihan padat, kami tetap dapat menjaga kualitas persiapan dan memaksimalkan hasil yang ingin dicapai. Selain itu, jika dirasa masih kurang, kami juga sering melakukan latihan berbicara di depan cermin untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan kepercayaan diri. Latihan ini membantu kami lebih siap untuk menghadapi situasi kompetisi sehingga semakin lancar untuk menyampaikan argumentasi di depan juri jelas mereka.
Bagi teman-teman yang ingin memulai karirnya di dunia perlombaan, jangan ragu untuk mengikuti setiap seleksi yang ada. Meskipun awalnya terasa berat dan menantang, setiap pengalaman yang didapatkan akan memperkaya wawasan dan keterampilan kalian. Keberhasilan tidak datang dengan instan, melainkan melalui proses yang penuh dedikasi, latihan, dan kerja keras. Mulailah ambil setiap kesempatan untuk berkembang dan jangan takut untuk keluar dari zona nyaman. Setiap langkah yang diambil akan membawa kalian lebih dekat ke tujuan dan kesuksesan yang diinginkan.
Penulis: Angelique Novelyn
Editor: Masitoh Indriani




