Humas FH (29/05/25) | Kabar membanggakan datang dari Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR). Delegasi Masyarakat Yuris Muda Airlangga (MYMA) berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Hukum Nasional YASRI Law Competition (YALCO) 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Yarsi pada Jumat, 23 Mei 2025. Tim yang dipimpin oleh Muhammad Irfan Permana Hidayat, dengan beranggotakan Dominica Esteralma Noviputri dan Nabila Afifah Abida, sukses memukau dewan juri dengan karya tulis ilmiah bertajuk 淐ybersecurity Framework Core: Strategi Perlindungan Data Pemilih Demi Mewujudkan Pemilihan Umum Berintegritas.
Irfan sebagai ketua delegasi, membeberkan rahasia di balik keberhasilan tim MYMA. 淜unci utama kami adalah kerja sama yang solid dengan pembimbing, yakni senior-senior dari BSO MYMA. Pengalaman mereka dalam strategi penulisan yang sistematis menjadi pondasi kokoh bagi kami, apalagi ini adalah pengalaman pertama kami bertiga menyusun karya tulis ilmiah, ungkap Irfan. Menurutnya, langkah awal yang krusial adalah menemukan ide yang relevan dengan permasalahan faktual di Indonesia, khususnya dalam ranah hukum nasional. 淜ami fokus mencari latar belakang masalah yang konkret, didukung data faktual, lalu menggagas solusi komprehensif yang terarah, tambahnya.
Karya tulis tim MYMA mengangkat tema Hukum Tata Negara dengan subfokus Perlindungan Hak-Hak Digital Warga Negara dalam Konstitusi Era 5.0. Mereka menyoroti isu hukum dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, khususnya kekosongan norma terkait perlindungan data pemilih. 淜ami melakukan studi komparasi dengan regulasi pemilu di negara lain untuk menemukan celah hukum dan merancang solusi yang implementatif, jelas Irfan. Pendekatan ini memastikan argumen mereka tidak hanya relevan, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam konteks hukum nasional, terutama untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas.
Baca Juga:
Namun, perjalanan menuju kemenangan tidaklah mudah. Irfan mengakui bahwa tantangan terbesar adalah proses brainstorming ide yang memakan waktu lebih dari dua minggu. 淜ami sering berbeda pendapat, dan sempat merasa ingin menyerah karena sulit menyatukan visi, kenangnya. Untuk mengatasi hal ini, tim kembali ke tujuan awal pembentukan karya dan meminta bimbingan dari senior MYMA serta dosen pembimbing, Bapak Syaiful Aris. 淒engan elaborasi dan diskusi mendalam, kami akhirnya menemukan titik temu dan menghasilkan karya yang solid, ujar Irfan.
Irfan menyampaikan pesan inspiratif. 淛angan ragu mencoba hal baru. Awalnya mungkin terasa sulit, tapi percayalah pada potensi diri dan kehendak Tuhan. Teruslah berusaha, dan kalian akan sampai di titik yang tak pernah terbayangkan.
Keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan bagi MYMA dan FH UNAIR, tetapi juga inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan hukum nasional.
Penulis: Jessica Ivana Haryanto
Editor: Masitoh Indriani




