Foto bersama setelah uji publik Bradanaya 2025 pada Senin (26/5/2025). (Foto: Istimewa)
FIB NEWS “ Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa 51¶¯Âþ (BEM FIB UNAIR) mengadakan uji publik calon ketua pelaksana Bradanaya 2025 pada Senin (26/5/2025) di Ruang Prapanca A, Lantai 3, FIB UNAIR. Uji publik ini dihadiri sekitar 20 mahasiswa dari angkatan 2022 hingga 2024.
œBradanaya ini bukan hanya sekadar ikon tetapi juga kawah candradimuka bagi seluruh mahasiswa baru FIB. Harapannya, melalui uji publik calon ketua pelaksana Bradanaya ini, kita dapat sama-sama menentukan siapa yang akan menjadi tonggak dari Bradanaya 2025, ujar Aisyah Nurillah selaku Presiden BEM FIB UNAIR 2025 memberikan sambutan pada awal uji publik ini.
Sealma Gustia Septi Isro, Ketua BLM FIB UNAIR 2025 turut memberikan sambutannya di uji publik Bradanaya 2025. Sealma mengharapkan mahasiswa yang hadir untuk aktif bertanya dan mengapresiasi penuh calon ketua pelaksana Bradanaya 2025.
œBradanaya adalah poin penting dalam penerimaan mahasiswa baru. Dilaksanakannya uji publik ini bermaksud untuk mengukur sejauh mana calon ketua Bradanaya mampu berkomitmen untuk menjalankan Bradanaya kedepannya, tuturnya.
Pemaparan Narasi Besar dan Inovasi
Muhamad Bima Fadholallah, dari prodi Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2023 adalah calon tunggal untuk Bradanaya 2025. Bima mengangkat narasi besar Memayu Hayuning Bawono yang berguna untuk menjadi ruang tumbuh mahasiswa baru dengan merawat, menghidupi dan mewariskan kebudayaan sebagai nilai moral dan jati diri. Dengan narasi besar tersebut, dibuatlah misi untuk merealisasikannya dengan pengembangan dan penanaman karakter se-LARAS (Luhur, Adaptif, Reflektif, Aktif, Sinergis).
Bima memberikan beberapa inovasi untuk Bradanaya 2025, yaitu Bakti Satyamuda dan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Moralitas Budaya sebagai Pilar Pembentukan Karakter dan Etika Generasi Muda. Bakti Satyamuda sendiri merupakan magang wajib yang harus diikuti mahasiswa baru FIB UNAIR dengan koordinasi yang lebih matang dan optimal dari tahun lalu.
Sesi Tanya Jawab dan Penutup
Setelah pemaparan narasi besar dan inovasi, sesi tanya jawab dilaksanakan. Banyak pertanyaan diajukan dari berbagai angkatan mahasiswa yang hadir di sana. Beberapa dari mereka menanyakan studi kasus yang mungkin akan terjadi di Bradanaya 2025 dengan berkaca dari tahun lalu.
Uji publik ini ditutup oleh Natasya Salma Handoyo, selaku Master of Ceremony (MC) dan dilanjutkan dengan dokumentasi. œSemoga uji publik kali ini membawa kita kepada pemimpin yang tepat, amanah, dan inspiratif, tutupnya.
Uji publik Bradanaya 2025 ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu quality education.
Penulis: Natania Ajeng Nafisa Putri
Editor: Mohammad Adif Albarado




