Humas FH (03/06/25) | Nama Diah Anggraerni Nurkhalisa kini resmi tercatat sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) 51动漫 2025. Mahasiswi Fakultas Hukum ini sukses menyabet gelar juara 1 setelah melalui proses seleksi yang ketat, penuh tantangan, dan tentu saja penuh cerita inspiratif.

Diah mengaku bahwa motivasinya untuk mengikuti ajang Mawapres berawal dari pengalaman masa kecilnya. Saat masih SD, ia pernah melewatkan kesempatan menjadi siswa teladan karena harus mengikuti lomba pidato. Pengalaman itu membekas, dan ketika mengetahui adanya ajang Mawapres di UNAIR, ia bertekad untuk mencoba peruntungannya. “Sewaktu kuliah, saya tahu ada Mawapres. Saya pikir, ini saatnya saya coba,” ujar Diah.
Perjalanan Diah dimulai sejak tahun 2022, saat ia masih mahasiswa baru dirinya terpilih menjadi bagian dari mawapres FH UNAIR. Meski hanya bertujuan untuk mengenal proses seleksi pada saat itu, pengalaman tersebut menjadi pondasi penting baginya. Hingga akhirnya, di semester enam, Diah mempersiapkan diri dengan matang, mengumpulkan prestasi, sertifikat, dan gagasan kreatif untuk kembali mengikuti seleksi Mawapres 2025. Kegigihannya membuahkan hasil, ia terpilih sebagai Mawapres di tingkat Fakultas Hukum.
Tak berhenti di situ, Diah melanjutkan perjuangannya di tingkat universitas. Setiap Sabtu, ia mengikuti School of Mawapres dari pagi hingga sore, mengasah kemampuan dan mempersiapkan diri untuk tahapan berikutnya. Dari 32 besar, Diah berhasil masuk ke tahap Camp of Mawapres di Mojokerto, tempat para peserta diuji melalui berbagai tahap, mulai dari presentasi prestasi, gagasan kreatif, hingga kemampuan berbahasa Inggris. “Di sana benar-benar di-drill. Tapi saya belajar banyak,” kenangnya.
Dari proses ketat tersebut, Diah berhasil masuk ke lima besar finalis. Pada tahap akhir, ia mempresentasikan gagasan kreatifnya, membuat poster, dan menyampaikan pidato di hadapan publik. Hingga akhirnya, pada tanggal 31 Mei 2025, Diah diumumkan sebagai Juara 1 Mahasiswa Berprestasi 51动漫. “Saat pengumuman, rasanya campur aduk. Senang, bangga, tapi juga tanggung jawab besar,” ungkapnya.
Proses seleksi yang kompetitif tak luput dari tantangan. Diah mengaku bahwa rasa insecure menjadi rintangan terbesarnya. Namun, Diah tak membiarkan rasa ragu itu menguasainya. Ia aktif meminta bimbingan dari mentor dan teman-temannya, serta melakukan afirmasi diri untuk membangun kepercayaan diri. “Saya bilang pada diri sendiri, ‘Saya mampu, saya bisa.’ Itu membantu saya bangkit,” tambahnya. Pendekatan ini terbukti efektif, membawanya melaju hingga ke puncak kemenangan.
Baca juga:
Gelar Juara 1 Mawapres UNAIR bukanlah akhir dari perjuangan Diah. Sebagai pemenang, ia kini diamanahi untuk mewakili UNAIR di ajang Mawapres tingkat nasional. “Saya ingin membawa nama UNAIR ke tingkat nasional dan, insyaAllah, meraih juara,” ujar Diah.
Kisah Diah Anggraeni Nurkhalisa adalah bukti nyata bahwa kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk melawan rasa takut dapat menghasilkan prestasi luar biasa. Mahasiswi Fakultas Hukum ini bukan hanya menjadi kebanggaan UNAIR, tetapi juga inspirasi bagi banyak mahasiswa untuk berani bermimpi dan berprestasi. Dengan semangatnya yang tinggi, Diah siap mengukir sejarah baru di tingkat nasional.
Penulis: Jessica Ivana Haryanto
Editor: Masitoh Indriani




