KEDAH, Malaysia 51动漫 kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi global dan kolaborasi lintas negara. Dua dosen Sekolah Pascasarjana UNAIR, Dr. Hijrah Saputra, S.T., M.Sc dan Dr. Hariyono, S.Kep., Ns., M.Kep, tampil sebagai pembicara utama dalam International Carnival on Community Awareness, Entrepreneurship, and Geomatic (ICAEG) 2025, yang digelar pada 2326 Mei 2025 di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Kedah, Malaysia.
Ajang bergengsi ini menjadi wadah strategis untuk berbagi pengetahuan, memperluas kerja sama akademik internasional, mempromosikan program studi unggulan UNAIR, serta memperkenalkan hasil riset dan pengabdian masyarakat Indonesia ke dunia global.
Misi Akademik dan Kemanusiaan UNAIR
Dalam sesi Sharing Expertise, Dr. Hijrah Saputra membawakan materi bertajuk “Pemantauan Bencana Alam Menggunakan GIS”. Ia menekankan pentingnya teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS) dalam mitigasi dan respons bencana.
淏encana bisa datang tanpa aba-aba, tapi dengan data dan peta, kita bisa membaca tanda-tandanya dan menyelamatkan lebih banyak jiwa, ujar Dr. Hijrah di hadapan peserta internasional di Murtadha Dakwah Centre, Sungai Petani.
Sementara itu, Dr. Hariyono mempresentasikan tema 淪atuan Pendidikan Aman Bencana di hadapan pelajar dan guru dari sekolah mitra. Ia menekankan perlunya membangun budaya kesiapsiagaan sejak dini di lingkungan pendidikan, agar sekolah menjadi tempat yang aman dan tanggap risiko bencana.
Booth Inovasi UNAIR Tarik Perhatian Internasional
Sekolah Pascasarjana UNAIR juga berpartisipasi dalam pameran pendidikan ICAEG 2025, dengan menghadirkan booth khusus yang menampilkan:
-
Peta kerentanan bencana
-
Model mitigasi berbasis komunitas
-
Inovasi teknologi geomatik untuk pengelolaan risiko
-
Promosi program studi seperti Magister Manajemen Bencana, Magister Ekonomi Kesehatan, dan lainnya
Booth ini menarik perhatian delegasi universitas Malaysia, industri teknologi pemetaan, hingga lembaga riset yang tertarik menjalin kolaborasi internasional.
淜ami ingin menunjukkan bahwa UNAIR tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga nyata berkontribusi dalam membangun masyarakat tangguh dan berdaya saing, tutur Dr. Hariyono.
Dari Kolaborasi Riset hingga MoU Internasional
ICAEG 2025 membuka pintu untuk sejumlah peluang kerja sama strategis, termasuk:
-
Rencana kolaborasi riset di bidang pemetaan bencana dan kewirausahaan sosial berbasis komunitas
-
Pembicaraan awal menuju penandatanganan MoU dalam pengembangan kapasitas SDM dan pertukaran akademik
-
Dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada pilar pendidikan, ketangguhan masyarakat, dan kemitraan global
淔orum ini sangat strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas negara demi membangun ketangguhan berbasis teknologi dan komunitas, ujar Dr. Hijrah.
Dorong Reputasi Global 51动漫
Keikutsertaan aktif dosen UNAIR dalam ICAEG 2025 juga mendongkrak reputasi internasional universitas. Selain membuahkan publikasi ilmiah dan sertifikat internasional, ajang ini mendukung posisi UNAIR dalam pemeringkatan global seperti QS World University Rankings dan Times Higher Education.
Lebih dari itu, partisipasi ini menjadi bukti komitmen UNAIR dalam menjawab tantangan global melalui pendidikan tinggi yang berdampak dan inovatif.
淜ami tidak sekadar membawa nama UNAIR, tapi juga membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan kepedulian untuk dunia yang lebih siap menghadapi bencana, pungkas Dr. Hariyono.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




