Mahasiswa hukum tentu sudah tidak asing dengan legal opinion. Mahasiswa hukum harus dapat memberikan argumentasi hukum secara terstruktur melalui pembuatan legal opinion atau pendapat hukum.
Delegasi Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) berhasil meraih juara pada lomba legal opinion tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas 17 Agustus 1945 Semarang pada 25 September 2022 6 November 2022. Delegasi tersebut terdiri dari dua tim yang berhasil meraih Juara Harapan I yang terdiri dari Wanda Farda Wahdini (2019), Aqil Kamaluddin (2019), dan Fithrotul Ainiah (2019), serta Juara Harapan II yang terdiri dari Rahardian Satya Mandala Putra (2019), Iqbal Fauzurrahman (2020), dan Althof Bakiel Anra (2020).
Melalui wawancara dengan FH News pada Rabu (23/11/2022), perwakilan delegasi yaitu Iqbal dan Fithrotul menjelaskan bahwa lomba legal opinion tersebut tergabung dalam rangkaian acara Untag Law Festival 2022 yang mengusung tema 淓ksistensi Milenial dalam Membangun Bangsa Berlandaskan Kesadaran Hukum Positif di Indonesia. Iqbal menuturkan tim delegasi FH UNAIR memang terbagi menjadi dua tim, yaitu delegasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UNAIR yang meraih Juara Harapan II dan delegasi dari badan semi otonom Komunitas Peradilan Semu (KPS) FH UNAIR yang meraih Juara Harapan I.
淢emang masing-masing dari kami mengirimkan delegasinya sendiri-sendiri, ujar Iqbal.
Iqbal menerangkan Untag Law Festival pada tahun ini baru membuat cabang perlombaan legal opinion, tetapi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perlombaan legal opinion yang diadakan oleh instansi lain.
淢ungkin kalau ciri khasnya itu di sini ditekankan pada kontribusi anak muda, tambah Fithrotul.
Fithrotul dan Iqbal mengatakan ini pertama kalinya mereka mengikuti perlombaan semasa kuliah. Menurut mereka, sesekali mengikuti perlombaan bagus untuk meningkatkan kemampuan pribadi.
淪elain mengirimkan berkas legal opinion, pada perlombaan ini kami para finalis juga diminta untuk mempresentasikan legal opinion kami. Waktu presentasi itu ada tiga juri. Satu juri ada yang mengajukan sampai tiga pertanyaan. Alhamdulillah semua bisa dilalui, papar Fithrotul.
Iqbal menambahkan mereka juga sempat merasa kesulitan saat technical meeting karena ada perubahan teknis, namun untungnya semua berhasil dilalui dengan lancar. Persiapan yang timnya lakukan, sambung Iqbal, kurang lebih selama tiga minggu. Tim mereka menggunakan pendekatan hukum pidana, konferensi-konferensi internasional, dan prinsip-prinsip lain dalam pembuatan legal opinion-nya. Bobot penilaian pada berkas legal opinion itu sendiri, lanjut Iqbal, lebih besar daripada bobot presentasi berkas legal opinion, sehingga mereka menyusunnya dengan sebaik mungkin.
Sebagai penutup, Iqbal dan Fithrotul menyampaikan kesan pesan mereka selama mengikuti perlombaan Untag Law Festival 2022. Fithrotul memaparkan panitia perlombaan sangat friendly. Selain itu, menurutnya perlombaanya juga seru dan anak muda banget karena mencakup freedom of speech.
淢enurut saya, ada beberapa pengalaman yang didapatkan melalui perlombaan yang tidak bisa didapatkan melalui kegiatan lain seperti mengikuti organisasi dan sebagainya. Kerja sama, ketelitian, itu juga sebenarnya menurut saya hanya bisa didapatkan selama persiapan mengikuti perlombaan. Pesan saya untuk teman-teman sekalian jangan pernah takut untuk ikut lomba, pungkas Iqbal.
Penulis : Dewi Yugi Arti




