51动漫

51动漫 Official Website

FH UNAIR Sambut Mahasiswa Deakin University dan Western Sydney University: Diskusikan Hukum Adat dan Pembaruan Hukum Pidana Indonesia

FH News (15/02/2026) | Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) menjadi salah satu destinasi utama pembelajaran hukum Indonesia melalui terselenggaranya Indonesia Law, Governance and Culture Study Tour yang diinisiasi oleh The Transnational Lawyering Consortium, yaitu kerja bersama antara Western Sydney University School of Law (Sydney) dan Deakin Law School (Melbourne). Kegiatan yang berlangsung pada 15 Januari 2026 ini menempatkan FH UNAIR sebagai ruang belajar strategis bagi mahasiswa internasional untuk memahami dinamika hukum adat serta perkembangan terbaru hukum pidana Indonesia.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi penyambutan resmi di Kampus B UNAIR. Dekan FH UNAIR, Prof. Hadi Shubhan, dalam kesempatan ini diwakili oleh Dr. Maradona selaku Wakil Dekan III Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi dan Kerja Sama. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pertukaran pengetahuan lintas negara untuk memperkaya perspektif hukum, terutama dalam konteks Indonesia yang memiliki keragaman budaya dan sistem hukum.

Fokus akademik hari pertama ditandai dengan dua kuliah kunci yang sangat relevan dengan isu-isu kontemporer. E. Joeni Arianto Kurniawan, S.H., M.A., Ph.D. menyampaikan materi bertajuk 淗uman Rights and Protection of Indigenous People檚 Rights, yang menyoroti hubungan antara hak asasi manusia dan perlindungan masyarakat adat dalam kerangka hukum Indonesia dan internasional.

Sesi berikutnya dibawakan oleh Dr. Maradona, S.H., LL.M., dengan topik 淭he Opportunity and Challenge of the New Indonesian Criminal Law. Paparan ini memberikan gambaran mengenai arah pembaruan hukum pidana Indonesia, tantangan implementasi, serta implikasinya bagi penegakan hukum dan perlindungan hak-hak warga negara.

Baca Juga:

Mewakili FH UNAIR, Dr. Maradona menyampaikan apresiasi dan keterbukaannya terhadap kegiatan ini. 淜ami sangat senang dan menyambut baik inisiatif seperti ini. FH UNAIR berkomitmen menjadi ruang dialog yang inklusif bagi mahasiswa internasional untuk belajar langsung tentang hukum adat, dinamika sosial-budaya, serta perkembangan terbaru hukum pidana Indonesia.

Kami berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat jejaring dan kerja sama lintas negara, ujarnya. Selain sesi akademik, para peserta juga berkegiatan sosial kebudayaan berupa mengenal lebih dekat sejarah dan budaya kota Surabaya sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual hukum dan tata kelola di Indonesia.

Penulis & Editor: Masitoh Indriani

AKSES CEPAT