51动漫

51动漫 Official Website

Jean Monnet Modules Summer Course on the EU Regulations and Sustainable Development Resmi Dibuka, FH UNAIR Perluas Cakrawala Global Mahasiswa

Humas FH (01/07/2025) | Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) kembali menghadirkan terobosan akademik melalui penyelenggaraan Jean Monnet Modules Summer Course Program on the EU Regulations and Sustainable Development, sebuah program internasional yang digagas dengan Universita Telematica Internazionale Uninettuno, Italia. Program ini resmi dibuka pada hari Senin (30/06/2025) dan berlangsung hingga Sabtu (12/07/2025). Dibuka untuk seluruh jenjang mahasiswa UNAIR, baik dari S1, S2, maupun S3. Program ini tidak hanya memperkaya wawasan global mahasiswa, tetapi juga memberikan nilai konversi yang setara dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sesuai ketentuan akademik yang berlaku.

Pembukaan resmi pada hari Senin (30/06/2025) diselenggarakan secara khidmat dan penuh semangat kolaboratif. Acara ini dihadiri oleh Dekan FH UNAIR, yang menegaskan pentingnya membangun jejaring internasional dan memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menghadapi isu-isu hukum global. Turut hadir pula , perwakilan dari Airlangga Center for Legal Drafting & Professional Development (ALC) yang menyampaikan bahwa kolaborasi internasional seperti ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan profil lulusan hukum yang unggul. Kehadiran Jacopo Cappucio, Konsul Kehormatan Indonesia untuk Italia, memberikan dimensi diplomatik sekaligus penegasan pentingnya hubungan bilateral dalam bidang pendidikan tinggi.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan kuliah umum perdana yang dibawakan oleh Jacopo Cappucio yang bertajuk 淯nderstanding the Foundations of EU Laws and Regulations in the Global Legal Order. Jacopo membahas secara komprehensif tentang kerangka hukum Uni Eropa serta implikasinya terhadap sistem hukum internasional. Beliau menjelaskan bahwa European Union memiliki sistem hukum tersendiri yang dibangun berdasarkan prinsip supranasionalitas sehingga membedakannya dari organisasi internasional lain. Jacopo menekankan bahwa hukum Uni Eropa tidak hanya mengikat negara-negara anggotanya, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap individu dan korporasi di dalam kawasan tersebut.

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan materi 淚nternational Trade and Sustainable Development yang disampaikan oleh dua narasumber ahli, yakni Dian Purnama Anugerah dan Intan Soeparna. Dalam pemaparannya, keduanya menyoroti keterkaitan erat antara kebijakan perdagangan internasional dengan agenda pembangunan berkelanjutan, tantangan dalam mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan lingkungan. Dian mengulas peran organisasi multilateral seperti World Trade Organization (WTO) dan bagaimana negara-negara anggota, termasuk Indonesia yang dapat memanfaatkan forum perdagangan internasional untuk memperjuangkan kepentingan pembangunan nasional. Dirinya juga menekankan pentingnya memahami mekanisme penyelesaian sengketa perdagangan internasional yang menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keadilan antarnegara.

Baca Juga:

Setelah sesi mengenai perdagangan internasional dan pembangunan berkelanjutan, rangkaian kuliah dilanjutkan dengan pemaparan 淥rigins and Historical Evolution of European Integration yang disampaikan oleh Prof. Giuseppe Ciccone. Dalam pemaparannya, Prof. Ciccone mengajak mahasiswa menelusuri sejarah panjang integrasi Eropa, mulai dari dampak Perang Dunia II hingga lahirnya institusi-institusi utama seperti European Coal and Steel Community (ECSC) dan Treaty of Rome (1957) yang menjadi fondasi berdirinya Uni Eropa. Beliau menekankan bahwa proses integrasi ini bukan sekadar proyek ekonomi, melainkan sebuah upaya rekonsiliasi politik dan pembentukan perdamaian jangka panjang di Eropa. Dengan gaya penyampaian yang naratif dan historis, Prof. Ciccone berhasil menjelaskan fase-fase penting perkembangan Uni Eropa.

Melalui rangkaian sesi hari pertama ini, Jean Monnet Modules Summer Course Program on the EU Regulations and Sustainable Development tidak hanya membuka cakrawala mahasiswa terhadap dinamika hukum dan integrasi regional di tingkat global, tetapi juga memperkuat komitmen FH UNAIR dalam menciptakan ruang pembelajaran yang progresif, kolaboratif, dan berorientasi internasional. Kehadiran narasumber dari berbagai latar belakang serta pendekatan multidisipliner yang ditawarkan menjadikan program ini sebagai wadah strategis dalam menumbuhkan intelektualitas kritis, kemampuan komunikasi global, serta pemahaman komprehensif terhadap tata hukum internasional. Melalui inisiatif ini, FH UNAIR menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya responsif terhadap perkembangan global, tetapi juga aktif dalam membentuk generasi pemikir hukum yang siap berkontribusi di kancah nasional maupun internasional.

Penulis : Angelique Novelyn

Editor : Masitoh Indriani

AKSES CEPAT