Surabaya, 28 Juni 2025 ” Ruang Majapahit Aseec Tower 51¶¯Âþ (UNAIR) menjadi saksi peluncuran dua agenda literasi penting: YouTube Channel Murrotal Al-Qur’an dan tiga buku bertema religius dan parenting. Acara ini digelar bertepatan dengan 1 Muharram 1447 H dan peringatan ulang tahun pernikahan ke-17 Prof. Dr. Suparto Wijoyo, SH., M.Hum., Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana UNAIR.
Dihadiri oleh tokoh nasional dan lokal seperti Dr. H. Soekarwo (mantan Gubernur Jawa Timur), Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak. (Rektor UNAIR), perwakilan MUI Jawa Timur, PWNU Jawa Timur, serta ratusan peserta dari berbagai komunitas, acara ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan peran kampus dalam pembangunan karakter bangsa.
Kampus: Titik Temu antara Dzikir dan Pikir
Dalam wawancaranya, Prof. Suparto menegaskan bahwa kampus tidak boleh hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga pusat spiritualitas.
œKeseimbangan antara dzikir dan pikir akan melahirkan kepemimpinan yang bijak, tepat guna, dan berdampak, ungkapnya.
Dua bukunya yang diluncurkan, œRamadhan Kareem dan œKhazanah Ramadhan, mendapat apresiasi dari tokoh-tokoh keagamaan, termasuk KH. Hasan Mutawakkil Alallah (MUI Jatim) dan KH. Abdul Hakim Machfudz (PWNU Jatim).
Rektor UNAIR, Prof. Nasih, menyebut buku-buku tersebut sebagai karya yang œringan, jenaka, namun menggugah pemikiran.
Penguatan Nilai Keluarga melalui Literasi
Tak hanya Prof. Suparto, sang istri Bunda Neneng Wijoyo, seorang pegiat parenting, juga meluncurkan buku berjudul œSang Muadzin. Buku ini mengajak para orang tua untuk memperkuat nilai religius dalam pola asuh anak.
œLiterasi dalam keluarga adalah benteng utama menghadapi gempuran era digital, ujarnya.
Bunda Lita, perwakilan dari komunitas literasi KUBACA, juga menekankan pentingnya mempertahankan budaya membaca di tengah tantangan gadget dan media sosial.
Murrotal Digital dan Literasi Keagamaan
Acara ini turut meresmikan YouTube Channel Murrotal Al-Qur™an yang dibawakan oleh Dandun Wijakantaka Tajallallah, sebagai sarana dakwah digital untuk generasi muda.
œAl-Qur™an bukan hanya untuk dibaca, tapi dipelajari maknanya. Literasi agama dan sains harus berjalan beriringan, tegas Prof. Suparto.
Simbol Harmoni Ilmu dan Iman
Acara ditutup dengan doa bersama menyambut Tahun Baru Islam serta pemotongan tumpeng perayaan ulang tahun pernikahan Prof. Suparto dan istri. Pesan utama yang disampaikan: kampus harus menjadi tempat lahirnya pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.
œLiterasi adalah napas peradaban. Kampus harus berada di garda depan untuk menjaga dan menyebarkannya, pungkas Prof. Suparto.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




