Humas (25/4/2023) | Dalam rangka internasionalisasi pendidikan tinggi, banyak kampus yang mendorong mahasiswanya untuk mengikuti kegiatan student exchange, baik melalui program dari kementerian seperti Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) maupun program hasil kerja sama antara kampus tersebut dengan kampus luar negeri.
51动漫 (UNAIR) adalah salah satu perguruan tinggi yang turut mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pembentukan organisasi Airlangga Global Engagement (AGE). AGE hadir sebagai jembatan bagi institusi internasional maupun nasional untuk menjalin kerja sama dengan UNAIR. Di tingkat internasional, AGE telah menjalin kemitraan dengan 149 universitas dan institusi di Asia, Amerika, Eropa, Australia, dan Afrika. Salah satu universitas yang menjadi mitra AGE yaitu Duale Hochshule Baden Werttemberg (DHBW) Ravensburg, Jerman.
AGE telah mengadakan program student exchange bagi mahasiswa UNAIR untuk berkuliah di DHBW Ravensburg. Salah satu peserta program student exchange tersebut yaitu Baiq Elma Purnamawadita, mahasiswa Fakultas Hukum UNAIR angkatan 2019. Melalui wawancara dengan FH News pada Senin (24/4/2023), mahasiswa yang akrab disapa Elma itu menerangkan bahwa program student exchange ke DHBW Ravensburg memiliki persyaratan yang sama seperti program student exchange pada umumnya, salah satunya memerlukan sertifikat TOEFL atau IELTS.
“Tetapi waktu itu saya menggunakan sertifikat Duolingo English Test (DET). Untuk programnya sendiri sebenarnya merupakan program International Business, namun ada beberapa mata kuliah yang beririsan dengan ilmu hukum,” ujar Elma.
Elma sendiri memilih program student exchange tersebut pada periode winter season yaitu bulan Januari – Maret 2023. “Sebenarnya programnya membebaskan mahasiswa untuk memilih selama berapa bulan mereka melaksanakan exchange. Bisa tiga bulan, enam bulan, bahkan satu tahun. Saya pilih yang tiga bulan karena saya sudah mahasiswa semester akhir dan harus wisuda,” jelas peraih 3rd Runner Up Philip C. Jessup International Moot Court Indonesia National Rounds Competition itu.
Mata kuliah yang diambil oleh Elma di antaranya yaitu International Business and Its Environment, Intercultural Management, Cultural Aspects of Germany, German for Beginner A1, dan Business English. Menurut Elma, mata kuliah International Business and Its Environment masih berkaitan dengan hukum karena membahas mengenai international cooperation, globalization in modern times, globalization of culture, World Trade Organization (WTO), European Union (EU), dan transnational comparison/lobbyism in the EU and United States.
“Mata kuliah itu juga mirip dengan mata kuliah Hukum Perdagangan Internasional. Selain itu, saya juga mengambil mata kuliah lain yang lebih ke exchange culture yaitu Cultural Aspects of Germany serta kelas bahasa Jerman,” tuturnya.
Elma bercerita sistem pengajaran di Jerman sedikit berbeda dengan di Indonesia, sehingga ia belajar banyak hal selama mengikuti kegiatan student exchange. Kebanyakan pembelajaran dilakukan secara Problem Based Learning (PBL). Ia juga mempelajari budaya dan kebiasaan-kebiasaan di Jerman.
“Jadi, di sana sering membentuk kelompok kecil untuk mendiskusikan suatu topik yang kemudian akan dipresentasikan di depan kelas. Selain itu, kita lebih dituntut untuk belajar mandiri, kelas tatap mukanya sendiri cukup jarang. Kita dituntut untuk banyak membaca untuk meningkatkan critical thinking,” jelas Elma.
Sebagai penutup, Elma menyampaikan kesan pesan selama mengikuti kegiatan student exchange. Ia merasa senang karena bisa mempelajari banyak budaya Jerman dan memperluas koneksi internasional, karena ia merupakan satu-satunya mahasiswa Indonesia pada program tersebut. Mahasiswa lainnya berasal dari berbagai negara seperti Meksiko, Prancis, Italia, dan negara-negara lain.
“Benefit dari program ini jelas sangat banyak. Saya jadi bisa memahami dan mempelajari etos kerja orang-orang Jerman yang terkenal dengan kerja kerasnya. Pengalaman seru, teman-teman dari berbagai negara, serta peningkatan hard skills maupun soft skills juga saya dapatkan selama mengikuti program. Intinya, program ini sangat worth it untuk diikuti,” pungkasnya.
Penulis : Dewi Yugi Arti




