51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa FH UNAIR Torehkan Medali Perak di National University Debating Championship (NUDC) 2025

Humas FH (11/11/2025) | Muhammad Ryzadi Hertasning , mahasiswa Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan bagi almamater setelah berhasil lolos sebagai Semifinalist National University Debating Championship (NUDC) 2025 sekaligus meraih gelar 7th Best Speaker Open Category (Medali Perak). Ia mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan salah satu impian yang telah ia simpan sejak awal memasuki bangku kuliah. Baginya, kesempatan untuk mengharumkan nama UNAIR di ajang debat nasional paling bergengsi merupakan bentuk pembuktian dari persiapan panjang yang ia jalani serta tindak lanjut dari harapan yang tumbuh selama proses latihan. Ryzadi juga menyampaikan kebanggaannya dapat meneruskan tradisi prestasi komunitas debat UNAIR yang selama ini dijaga oleh para senior dan alumni.

Perjalanan tim UNAIR untuk mencapai babak semifinal NUDC 2025 bukanlah proses yang ringan. Mereka harus menghadapi rangkaian pertandingan yang menuntut konsentrasi penuh dan kedalaman analisis, mulai dari enam preliminary rounds hingga memasuki fase eliminasi. Setiap ronde menghadirkan mosi dari beragam topik dan mengharuskan mereka beradu argumen dengan tim universitas lain yang sama-sama memiliki kualitas tinggi serta jam terbang mumpuni. Setelah berhasil melewati preliminary rounds dengan performa stabil, tim UNAIR meneruskan langkahnya melalui Octo-final dan Quarter-final, sebelum akhirnya berhenti di babak Semifinal setelah memberikan perlawanan yang tetap solid. Meski langkah berhenti di semifinal, Ryzadi menilai capaian tersebut merupakan bukti ketangguhan tim selama keseluruhan kompetisi.

Dari sekian banyak mosi yang diperdebatkan, Ryzadi menyebut bahwa mosi bertema ekonomi menjadi salah satu yang paling berkesan. Menurutnya, mosi ekonomi selalu menghadirkan tantangan tersendiri karena membutuhkan pemahaman yang komprehensif mengenai sistem ekonomi, kebijakan fiskal, hingga dinamika pasar yang terus berubah. Kerumitan tersebut menuntut ia dan tim untuk menggali referensi lebih luas dan menyusun argumen dengan tingkat presisi yang lebih tinggi. Pengalaman berhadapan dengan mosi ekonomi ini menjadi salah satu poin yang memperkaya kemampuan analisisnya selama kompetisi.

Proses persiapan menuju NUDC 2025 dilalui dengan intensitas tinggi dan jadwal latihan yang konsisten. Tim UNAIR mendapatkan bimbingan dari pelatih berpengalaman yang membantu memperluas wawasan dan memberikan panduan strategis terkait teknik debat, penyusunan argumen, serta cara menghadapi mosi yang kompleks. Selain latihan terpandu, mereka juga menjalankan banyak sesi latihan mandiri sebagai upaya memperdalam topik lintas isu. Mengingat NUDC merupakan kompetisi yang mempertemukan delegasi debaters terbaik dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, Ryzadi menyampaikan bahwa persiapan intensif menjadi syarat utama agar tim dapat bertanding dengan optimal di tengah kompetisi yang sangat kompetitif dan ketat.

Ryzadi menilai bahwa faktor yang paling berkontribusi terhadap keberhasilannya di kompetisi ini adalah kegigihannya untuk terus menunjukkan performa terbaik di setiap ronde. Ia berusaha menjaga konsistensi meski berhadapan dengan lawan-lawan kuat maupun mosi yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Selain itu, ia terus melakukan evaluasi usai setiap ronde untuk mengidentifikasi kekurangan dan memperbaiki performa pada ronde berikutnya. Bagi Ryzadi, proses evaluatif yang berulang inilah yang menjadi fondasi penting dalam peningkatan kualitasnya selama kompetisi.

Namun, perjalanan menuju kompetisi tidak selalu berjalan mulus. Ia menghadapi tantangan besar berupa masa persiapan yang sangat intens, dimana beberapa sesi latihan menghasilkan performa yang kurang memuaskan. Situasi tersebut sempat mengurangi kepercayaan dirinya, tetapi justru menjadi titik balik yang penting. Ryzadi menyadari bahwa kegagalan selama latihan memiliki peran besar dalam membentuk kemampuan debatnya, karena melalui proses itu ia terdorong untuk terus memperbaiki diri dan mengasah ketangguhan mental sebelum bertanding di ajang NUDC 2025.

Baca Juga:

Selain pencapaian kompetitif, pengalaman berlatih intensif turut memberikan sumbangan besar terhadap perkembangan pengetahuan akademiknya. Ia menyatakan bahwa pemahaman lintas disiplin, seperti ekonomi, psikologi, hingga hubungan internasional, yang ia peroleh selama persiapan debat justru memperluas perspektifnya sebagai mahasiswa hukum. Pengetahuan tersebut menjadi modal tambahan dalam memahami isu-isu akademik di lingkungan FH UNAIR dan memberi nilai lebih dalam proses pembelajaran.

Mengakhiri rangkaian pengalamannya, Ryzadi menyampaikan bahwa NUDC 2025 semakin memantapkan motivasinya untuk terus menekuni dunia debat. Ia berharap dapat melanjutkan perjalanan ini hingga ke tingkat kompetisi yang lebih tinggi, termasuk ke ajang internasional, mengingat manfaat debat yang begitu relevan dalam berbagai situasi akademik maupun profesional. Ia berkomitmen untuk terus berkembang dan membawa nama 51动漫 ke pencapaian yang lebih tinggi di masa mendatang.

Penulis : Angelique Novelyn

Editor : Masitoh Indriani

AKSES CEPAT