Humas FH (11/08/25) | Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) menggelar Juristocrat 2025 hari pertama dengan penuh semangat, memperkenalkan calon mahasiswa baru kepada dunia akademik yang dinamis dan penuh peluang. Acara yang berlangsung pada Rabu, 6 Agustus 2025i ni diisi dengan serangkaian materi inspiratif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang sejarah, prestasi, kurikulum, hingga fasilitas unggulan FH UNAIR.

Pembukaan Juristocrat 2025 diawali oleh Prof. Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D., yang memaparkan sejarah, prestasi, dan proyeksi 51动漫. Dengan penuh kebanggaan, beliau menyoroti perjalanan panjang UNAIR sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, dengan FH UNAIR sebagai pionir dalam menghasilkan jurist berkualitas. 淜ami tidak hanya mencetak lulusan, tetapi pemimpin hukum yang berwawasan global, tegasnya, seraya memaparkan proyeksi FH UNAIR untuk terus berinovasi di era digital.
Dr. Enny Narwati, S.H., M.H., mengambil alih sesi kedua dengan tema 淜egiatan Akademik dan Kampus Berdampak. Ia memperkenalkan tim bidang akademik serta menegaskan status FH UNAIR yang telah terakreditasi Unggul. FH UNAIR menawarkan dua jenis kelas, yaitu kelas reguler dan kelas International Undergraduate Program (IUP) berbasis bahasa Inggris, yang dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa bersaing di kancah internasional.
Dr. Enny juga memaparkan profil lulusan FH UNAIR yang diharapkan menjadi jurist profesional dengan kompetensi sebagai leader/manager, good communicator, decision maker, legal analyst, legal researcher, dan life-long learner. Ia menjelaskan sistem akademik berbasis Sistem Kredit Semester (SKS). Proses perkuliahan dikelola oleh Dosen Penanggung Jawab Mata Kuliah (PJMK) yang menyampaikan kontrak perkuliahan di awal semester. Mahasiswa wajib memiliki presensi minimal 75% untuk mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). Masa studi maksimal adalah 4 tahun, dengan syarat kelulusan meliputi nilai minimal B untuk setiap mata kuliah, mengikuti kegiatan Belajar Bersama Komunitas (BBK) atau sejenisnya setara 10 SKS, serta bebas dari sanksi akademik.
Baca Juga:
Sesi ketiga oleh Dr. Mohammad Syaiful Aris, S.H., M.H., LL.M., mengulas Fasilitas Akademik dan Kemahasiswaan yang mendukung pengalaman belajar mahasiswa, mulai dari perpustakaan digital hingga laboratorium hukum. Dilanjutkan oleh Kukuh Leksono Suminaring Aditya, S.H., LL.M., yang memaparkan Kegiatan Kemahasiswaan dan Kampus Merdeka, mengajak mahasiswa untuk aktif dalam organisasi dan program pengembangan diri.
Dr. Dri Utari Christina Rachmawati, S.H., LL.M., memperkenalkan Program Merdeka Belajar dan Kartu Rencana Studi, yang memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk merancang perjalanan akademik mereka. Sementara itu, Erlisa Akhlakul Karimah, S.H., M.Kn. dari Faculty International Office (FIO) menjelaskan peluang studi dan magang internasional yang memperluas wawasan global mahasiswa.
Sebagai penutup, Knya Lifie Rasendriya, Ketua BEM FH UNAIR, memimpin sesi SWOT Training. Sesi ini mengajak mahasiswa baru untuk mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan mereka sebagai calon jurist, sekaligus membangun semangat kolaborasi dan kepemimpinan.
Juristocrat 2025 hari pertama berhasil membangkitkan antusiasme mahasiswa baru. Dengan materi yang komprehensif dan penyampaian yang memikat, FH UNAIR menegaskan komitmennya untuk mencetak jurist unggul yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan dunia. Acara ini menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi perjalanan akademik mereka.
Penulis: Jessica Ivana Haryanto
Editor: Masitoh Indriani




