Cinta Ophelia Putri saat pembuatan video untuk kompetisi video yang diadakan oleh AIYA Jawa Timur. (Foto: Istimewa)
FIB NEWS “ Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa 51¶¯Âþ (FIB UNAIR). Cinta Ophelia Putri, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, berhasil terpilih sebagai salah satu pemenang dalam kompetisi video yang diadakan oleh Australia-Indonesia Youth Association(AIYA) Jawa Timur pada Sabtu (12/7/2025).
Kompetisi video yang mengangkat tema Kartini menjadi sebuah peruntungan dan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Cinta, mengingat proses panjang yang cukup menantang karena menguras tenaga serta modal. œPerjuanganku seperti terbayarkan karena dalam lomba ini, risikonya tidak kecil. Kalau tidak menang, ya harus ikhlas, ucap Cinta.
Persiapan dalam Kompetisi Video
Menurut Cinta, banyak hal yang perlu ia persiapkan dalam mengikuti kompetisi video. Mulai narasi, kostum, hingga riasan harus ia pikirkan dengan matang agar menghasilkan video yang menarik. Cinta menjelaskan, ide video sering datang secara tiba-tiba, bahkan saat sedang santai.
Dalam eksekusinya, diperlukan banyak kesabaran untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Banyak waktu yang Cinta korbankan untuk dapat menghasilkan video yang estetis. Proses pembuatan video memakan waktu hingga dua jam, sedangkan proses editing berkisar tiga sampai empat jam.
Selain durasi pengerjaan yang cukup panjang, kendala cuaca dan kondisi sekitar juga menjadi tantangan tersendiri. Proses perekaman di luar ruangan seringkali bergantung pada cuaca karena dibutuhkan pencahayaan yang sesuai. Tak hanya itu, Cinta juga dihadapkan dengan suasana yang kurang kondusif, seperti orang-orang yang berlalu-lalang atau kondisi jalanan yang cukup mengganggu.
Memiliki Ketertarikan di Kompetisi Video
Cinta menjelaskan, ia memang sudah lama memiliki ketertarikan dalam kompetisi video. Ia sering mengikuti kompetisi yang serupa dan berhasil memperoleh juara. Kompetisi video yang telah diikutinya, mendorong Cinta untuk membangun branding di media sosial.
Branding tersebut kemudian Cinta manfaatkan untuk mendapat penghasilan melalui pekerjaan freelance. Niat untuk konsisten dalam mengikuti kompetisi video tidak membuatnya ragu dalam mencoba kompetisi lainnya. œUntuk lomba-lomba selanjutnya ingin konsisten di lomba video. Sesekali mungkin ingin mencoba di lomba kepenulisan untuk pembelajaran, ujar Cinta.
Prestasi kompetisi video dengan tema Kartini yang ditorehkan oleh Cinta Ophelia Putri tentunya dapat mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 5, yakni Gender Equality.
Penulis: Indah Rosidatun Nissak
Editor: Fania Tiara Berliana Marsyanda




