Selvia Setelah Memenangkan Medali Emas pada Surakarta Open Competition 1 Tahun 2025
FIB NEWS “ (FIB) 51¶¯Âþ (UNAIR) kembali menoreh prestasi di kejuaraan pencak silat. Selvia Dwi Putri Fatimah, mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Inggris, membawa pulang medali emas pada Surakarta Open Competition 1.
Selvia memenangkan kategori Solo Kreatif Putri Dewasa dalam kejuaraan yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surakarta tersebut. Bertempat di GOR Indoor Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), pertandingan tersebut berlangsung dari 17-19 Oktober 2025.
Menjelang pertandingan, Selvia terus berlatih selama kurang lebih dua minggu. Meskipun persiapannya terbilang singkat, ia cukup yakin pada dirinya sendiri.
œSudah ada bekal karena sebelumnya mengikuti kejuaraan di Probolinggo, ujar Selvia.
Lebih lanjut, Selvia menguraikan alasannya bergabung dalam kompetisi kali ini. Ia ingin mengasah kemampuan dan menambah prestasi di bidang yang ia tekuni. Selain itu, dorongan keluarga dan teman membuatnya semakin termotivasi untuk ikut berkompetisi.
Bergabung dalam Dunia Pencak Silat
Dalam penjelasannya, Selvia memaparkan bahwa dirinya sudah berkecimpung di dunia pencak silat sejak kelas 8 SMP. Melanjutkan hal tersebut, ia bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perisai Diri UNAIR.
œBerawal dari sebuah ajakan, saya diminta untuk menjadi perwakilan UKM Perisai Diri di suatu pertandingan, ungkapnya.
Berkat ikut andilnya tersebut, ia otomatis tergabung menjadi anggota pengurus. Selvia melanjutkan bahwa bergabung dalam UKM membuatnya lebih berpengalaman. Tak sampai di situ, ia memperoleh banyak dukungan. Mulai dari keluarga, teman, hingga sang pelatih.
œBerkat dukungan semuanya, saya termotivasi untuk mengikuti Surakarta Open Competition 1, jelasnya. Ia mengikuti kompetisi dengan membawa nama UKM Perisai Diri. Sebagai hasilnya, Selvia memenangkan juara 1 pada kompetisi tersebut.
Membawa Kebanggaan bagi FIB UNAIR
Menurutnya, kepulangannya membawa medali emas membawa manfaat dan kebanggaan bagi FIB. œPrestasi ini sebagai representasi kualitas mahasiswa FIB UNAIR yang mampu berprestasi aktif di bidang non akademik, ujarnya.
Ia melanjutkan, aktif di bidang non akademik tidak membuat akademik mahasiswa terganggu. Selagi prioritas akademik dan non akademik seimbang. Hal tersebut dapat direalisasikan melalui perencanaan yang jelas.
œSaya terbiasa melakukan sesuatu dengan alur waktu yang jelas, tegasnya. Manajemen waktu tentu ikut berperan dalam hal ini. œAwalnya sangat tidak mudah, tetapi secara perlahan itu bisa menjadi kebiasaan saya, lanjutnya.
Terakhir, ia menambahkan harapan agar usahanya untuk berprestasi dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain. Ia yakin bahwa motivasi yang berkelanjutan bisa didapatkan dari aksi realistis. Dengan begitu, mahasiswa lain tidak hanya terinspirasi, tetapi juga merasa mampu untuk menggali prestasi.
Prestasi Selvia ini mendukung Suistanable Development Goals (SDGs) Nomor 4, yaitu quality education.
Penulis: Nihayatul Adzkiya Ahmad
Editor: Pudja Safana Dwi Putri




