51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Peran Aktif Mahasiswa FIB UNAIR dalam Pengmas Pelangi XII

Proses Pembelajaran Siswa SDN Sedaeng 2 Tosari (Foto: Dok. Istimewa)

FIB NEWS “ Program Pengabdian Masyarakat Pelangi XII yang diselenggarakan oleh UNAIR Mengajar berlangsung pada (17-24/01/26) di Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, sebagai upaya memberikan akses pendidikan bagi masyarakat di daerah terpencil. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas, termasuk 51¶¯Âþ (FIB UNAIR), dengan Habibullah Ash Shiddiq Purnomo sebagai salah satu peserta aktif yang turut berpartisipasi dalam program tersebut.

Ash turun langsung untuk mengajar di SDN Sedaeng 2 Tosari dengan menghadirkan pembelajaran yang edukatif dan menyenangkan. Selain itu, ia juga aktif dalam membina Tempat Pengajaran Al-Qur™an (TPQ) di masjid setempat sebagai bentuk kontribusi sosial.

Kolaborasi dan Keaktifan Bermasyarakat

Sebagai perwakilan FIB, Ash tidak membatasi diri pada peran akademik semata, melainkan turut berkolaborasi dengan mahasiswa dari fakultas lain. Seluruh tim hadir dengan tujuan yang sama, yaitu memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak daerah tersebut.

œPendekatan humaniora yang dipelajari di FIB membantu mahasiswa dalam membangun empati, memahami kondisi sosial masyarakat, serta menciptakan hubungan yang harmonis. ucapnya.  Bahkan, salah satu guru setempat menyampaikan bahwa meskipun para mahasiswa bukan berasal dari program studi pendidikan, mereka menunjukan semangat dan ketulusan dalam mengajar.

Kontribusi dan Adaptasi Program di Masyarakat

Keilmuan sosial dan budaya yang dipelajari di FIB UNAIR menjadi modal penting bagi Ash dalam menyesuaikan program pengabdian dengan kondisi masyarakat Tosari. Pendekatan humaniora membantunya memahami permasalahan pendidikan secara menyeluruh, mulai dari faktor ekonomi, budaya, hingga tantangan geografis.

Minimnya infrastruktur, keterbatasan listrik, air, serta sinyal menyebabkan akses pendidikan di daerah tersebut sangat terbatas. Banyak anak yang tidak melanjutkan pendidikan setelah sekolah dasar, bahkan sebagian menghadapi risiko pernikahan dini. Melalui pemahaman konteks sosial ini, Ash sebagai mahasiswa FIB berupaya menghadirkan pendidikan yang lebih familiar dan bermakna bagi masyarakat setempat.

œTujuan yang ingin saya raih dari pengmas ini tidak lain adalah untuk menyalurkan dan memberikan pendidikan di daerah terpencil yang kerap kali akses terhadap pendidikan amat sangat terbatas. tegasnya.

Wali Murid, Siswa, Guru, Perangkat Desa, dan UNAIR Mengajar (Foto: Dok. Istimewa)

Impact dan Refleksi Keberlanjutan

Kehadiran pengmas PELANGI memberikan dampak positif bagi anak-anak SDN Sedaeng 2 Tosari. Proses belajar yang menyenangkan membantu menumbuhkan minat belajar serta harapan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

œPendidikan seharusnya dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk dipelajari sehingga tumbuh dalam benak mereka untuk dapat melanjutkan pendidikan hingga SMP, SMA, dan bahkan perguruan tinggi. ujarnya.

Selain berdampak pada anak-anak, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan sebagai upaya jangka panjang dalam menekan pernikahan dini. Pengalaman ini membentuk komitmen Ash sebagai mahasiswa FIB  untuk terus terlibat dalam program pengabdian masyarakat, khususnya wilayah 3T, untuk memperluas dampak positif bagi pendidikan Indonesia.

Partisipasi Ash sebagai tim pengmas PELANGI XII di SDN Sedaeng 2 mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.

Penulis: Arimbi Sadien P.S

Editor: Tsabita Nuha Zahidah

AKSES CEPAT