Di tengah pesatnya perkembangan zaman, isu kesetaraan gender masih menjadi topik yang hangat diperbincangkan. Hari ini, banyak orang menganggap bahwa agama adalah batu sandungan yang menghambat perempuan untuk berkembang. Hambatan yang bisa menghalangi mereka dari berpendidikan tinggi, berkarir, dan berpendapat di muka umum. Hambatan yang menjadikan mereka seakan hanya layak mengerjakan pekerjaan rumah, seperti memasak, mencuci baju, dan membersihkan rumah. Padahal, agama justru hadir meninggikan derajat perempuan, dan menjadikannya sebagai tiang dari berdirinya peradaban. Dengan begitu, perempuan bisa berkembang dan mewujudkan cita-citanya.
Menanggapi fenomena tersebut, Kementerian Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial BEM 51动漫 menghadirkan kegiatan Believe in Dialogue sebagai ruang refleksi dan diskusi bersama. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen terhadap isu kesetaraan gender, sekaligus bentuk pemberdayaan perempuan melalui pendekatan lintas agama. Dengan tema besar 淎gama, Gender, dan Toleransi, acara ini mengajak mahasiswa untuk kembali melihat bagaimana peran agama dalam membangun pemahaman yang adil terhadap laki-laki maupun perempuan
Believe in Dialogue akan menghadirkan pembicara yang kompeten dan inspiratif dari berbagai latar belakang, serta berkolaborasi dengan BSO keagamaan di lingkungan FIB 51动漫. Melalui pendekatan dialog lintas agama, peserta akan diajak melihat dari kacamata setiap agama memandang peran gender dan bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat menjadi pendukung dari perjuangan perempuan dalam menggapai cita-citanya. Acara ini akan ditutup hangat diskusi kritis dan interaktif antara peserta dan pemateri.
Kegiatan Believe in Dialogue akan diselenggarakan pada 31 Oktober 2025 di Ruang Siti Parwati, Gedung FIB 51动漫. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pemahaman baru bahwa agama dan kesetaraan gender bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan dua elemen yang saling menguatkan dalam membangun peradaban. Mari bergabung dan bersama-sama membuktikan bahwa dialog adalah kunci untuk memahami, menerima, dan tumbuh bersama dalam keberagaman.




