Jajaran civitas academica Prodi Bahasa dan Sastra Jepang bersama para peserta lomba akademik Japanese World 2025 di Gedung FIB, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR, Sabtu (18/10/2025) (Foto: Dok. Panitia)
FIB NEWS “ Usai setahun vakum, Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang, , 51¶¯Âþ (FIB UNAIR) kembali menggelar (JW) 2025. Acara tahunan yang sarat nuansa Jepang tersebut menjadi wadah bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk mengenal serta mengekspresikan minat mereka terhadap budaya Jepang.
Tahun ini, JW UNAIR hadir dengan konsep baru. Jika sebelumnya seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam satu waktu dan tempat, kali ini panitia memutuskan untuk memisahkan pelaksanaan lomba akademik. Lomba akademik berlangsung lebih awal, pada Sabtu (18/10/2025) di Gedung FIB, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR, sementara main event bersama lomba non-akademik akan digelar pada pada Sabtu hingga Minggu (8-9/11/2025) di Lagoon Avenue Mall, Surabaya.
Konsep Baru JW UNAIR 2025
Nada Alifia Susandi, mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang FIB UNAIR sekaligus ketua pelaksana JW UNAIR 2025, menjelaskan bahwa pemisahan lokasi dan waktu lomba akademik dilakukan untuk menjaga esensi dan atmosfer perayaan ulang tahun program studi. Menurutnya, penyelenggaraan lomba di lingkungan kampus dinilai lebih tepat untuk mempertahankan nuansa akademik.
œSebetulnya JW ini kan sekaligus untuk merayakan ulang tahun prodi kami. Jadi rasanya kurang kalau lomba akademiknya diadakan di mall, karena suasananya akan beda. Kami ingin tetap mempertahankan nuansa kampus biar peserta, terutama dari SMA, bisa merasakan atmosfer perkuliahan di UNAIR, ungkapnya.
Pia, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa lomba akademik tahun ini terdiri dari empat cabang, yaitu Master Kanji, Kakikikitori, Happyou Taikai, dan Shodou. Masing-masing lomba dibagi menjadi dua kategori, yakni shokyu (dasar) dan chokyu (menengah), serta diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. œPesertanya beragam banget, mulai dari SMP, SMA, sampai mahasiswa. Bahkan ada yang datang jauh-jauh dari Palangkaraya, jelasnya.

Para peserta lomba akademik Japanese World 2025 di Gedung FIB, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR, Sabtu (18/10/2025) (Foto: Dok. Panitia)
Menjangkau Lebih Banyak Peserta
Untuk pertama kalinya, beberapa kategori lomba akademik juga dilaksanakan secara daring agar dapat menjangkau peserta dari luar daerah. Pia menyebut, inovasi ini menjadi tantangan sekaligus pengalaman baru bagi panitia. œBiasanya JW itu semuanya offline, tapi tahun ini kami coba gabungkan dengan sistem online supaya bisa mencakup peserta nasional. Tantangannya ada, tapi justru di situ letak serunya, tuturnya.
Lebih lanjut, Pia menilai, selain menjadi ajang perlombaan, JW juga berfungsi sebagai wadah untuk mengasah kreativitas dan kolaborasi lintas usia dari berbagai latar belakang di bidang kejepangan. œBuat aku, JW itu wadah untuk siapa pun yang tertarik sama Jepang. Di sini kita saling belajar, saling dukung, dan saling kenal lewat hal-hal yang kita sukai, ujarnya.
Pada akhir, Pia menyampaikan harapannya agar JW UNAIR 2025 dapat menjadi ajang yang berkesan bagi seluruh pihak yang terlibat. œSemoga semua yang terlibat, mulai dari panitia, peserta, alumni, hingga pengunjung bisa merasakan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan. Minimal, kami menargetkan lima ribu pengunjung di main event nanti, pungkasnya.
Kegiatan Lomba Akademik Japanese World UNAIR 2025 ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.
Penulis: Fania Tiara Berliana M
Editor: Nuri Hermawan




