51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

BEM Ekraf FIB Bersama KPMW Unair Sukseskan Go World Export

Poster Go World Export 2025

FIB NEWS “ Kolaborasi Komunitas Program Mahasiswa Wirausaha (KPMW) dan BEM Ekonomi Kreatif (Ekraf) 51¶¯Âþ (FIB UNAIR) melahirkan Acara Go World Export 2025. Rangkaian acara yang akan diadakan pada Sabtu (6/9/2025) hingga Minggu (14/9/2025) ini menghadirkan seminar, talkshow, hingga workshop seputar strategi ekspor bagi para UMKM dan mahasiswa.

Sebagai ketua pelaksana Go World Export, Arni Sastra Negara, mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, menjelaskan alasan di balik kolaborasi tersebut. Ia mengatakan bahwa banyak teman-teman KPMW juga tergabung dalam BEM Ekraf FIB. Selain itu, keduanya memiliki visi dan misi yang sama terkait pengembangan diri dan pelatihan kewirausahaan, sehingga kolaborasi ini terjalin secara alami.

Meski berlatar belakang sebagai mahasiswa sastra, Arni menerima amanah sebagai ketua pelaksana. Baginya, kesempatan ini adalah pengalaman pertama sekaligus tantangan. œSaya suka bidang kewirausahaan, makanya memilih untuk bergabung di KPMW. Dari situ saya diberi kepercayaan oleh para ketua divisi untuk menangani proposal Go World Export, meski awalnya belum punya pengalaman jadi ketua pelaksana, katanya.

Tahun ini, Go World Export akan mengusung tema Breaking Boundaries: Strengthening UMKM through Export, Digital Strategies, and Global Recognition. Arni menyebut tema tersebut dipilih karena masih sedikitnya ruang belajar mengenai kewirausahaan dan ekspor gratis untuk mahasiswa. œBiasanya kelas ekspor itu berbayar. Melalui acara ini, mahasiswa bisa dapat strategi langsung dari praktisi dan narasumber, ungkapnya.

Dalam persiapan, panitia menggandeng sejumlah komunitas ekspor, termasuk Indonesian Export Channel dan Export ID. Kolaborasi ini menjadi sebuah terobosan baru karena sebelumnya acara serupa lebih banyak melibatkan pihak pemerintah. œKPMW masih tergolong baru, jadi tantangannya ada pada koordinasi. Tapi kami bersyukur bisa bekerja sama dengan komunitas ekspor di luar kampus dan juga para alumni UNAIR, kata Arni.

Antusiasme peserta cukup tinggi. Peserta mencapai kuota dalam waktu dua hari sejak pendaftaran dibuka, bahkan sebelum DPKKA menayangkan poster resmi di media sosial. Banyak peserta juga masih bertanya soal penambahan kuota.

Arni berharap acara ini memberi manfaat nyata bagi mahasiswa maupun UMKM. Ia juga berpesan agar mahasiswa FIB berani keluar dari batas jurusan. œJangan hanya diam di kolam. Kalau suka bidang lain, kenapa tidak dicoba? Kesempatan belajar itu luas, bukan hanya sesuai jurusan, pungkasnya.

Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Quality Education.

Penulis: Tsabita Nuha Zahidah

Editor: Fania Tiara Berliana Marsyanda

AKSES CEPAT